Manokwari Genjot Pendapatan dari Sektor Pajak

Bagikan Bagikan



SAPA (MANOKWARI) - Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, terus menggenjot pendapatan dari sektor pajak dan retribusi daerah dengan melakukan kajian, menggali potensi, serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Pemkab, misalnya, kini melakukan kajian untuk mengetahui nilai wajar pajak yang seharusnya diterima, terutama dari pajak hiburan dan restoran, kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (BPD) Manokwari Irwanto di Manokwari, Minggu (30/7).

"Saat ini staf kami juga terus turun lapangan untuk mencari potensi pajak baru," katanya.

Irwanto mengatakan, sejak Januari hingga 19 Juli 2017 pihaknya sudah berhasil mengumpulkan pendapatan dari sektor tersebut sebesar Rp28 miliar. Prolehan tersebut sudah melampaui realisasi PAD per Desember 2016.

Saat ini, kata dia, BPD gencar melakukan sosialisasi sekaligus mendata jumlah wajib pajak.

Dia mengemukakan, usaha perdagangan barang maupun jasa di Manokwari terus berkembang. Bangunan dari rumah, ruko, hingga hotel dan restoran pun terus bertambah.

Menurutnya, semua itu merupakan potensi pendapatan bagi daerah.

Sosialisasi terus dilakukan agar seluruhnya memenuhi kewajiban mereka sebagai wajib pajak.

Ia menyebutkan, ada beberapa pelaku usaha yang bandel tidak membayar pajak.

Pihaknya terus melakukan pembinaan agar yang bersangkutan sadar untuk membayar.

"Amanat bapak bupati seperti itu, dibina agar timbul kesadaran. Beliau ingin hubungan antara pemerintah daerah dengan investor selaku wajib pajak tetap harmonis," katanya.

Alumni Universitas Papua ini mengungkapkan, piutang Pajak Bumi dan Bangunan di Manokwari saat ini sebesar Rp12 miliar terhitung sejak tahun 2012.

BPD sedang bekerja keras agar wajib pajak membayarnya secara bertahap agar tidak berat. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment