Masyarakat Asli Papua Diminta Tidak Menjual Tanah

Bagikan ke Google Plus
Elisa Kambu
SAPA (ASMAT) — Masyarakat asli Papua di Kabupaten Asmat diminta tidak asal menjual lahan atau tanahnya hanya untuk kepentingan sesaat. Tetapi lahan yang ada hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga, seperti untuk kegiatan bercocok tanam maupun kegiatan investasi serta pembangunan.

Hal itu disampaikan Bupati Asmat, Elisa Kambu saat menutup Sosialisasi Sistem Pendaftaran Tanah di Aula Widyata Mandala, Agats, Sabtu (15/7). “Setelah dapat sertifikat, jangan jual tanah. Tapi manfaatkan dengan baik, buka kebun kecil-kecil, tanami sayur-sayuran, ubi, pisang dan sebagainya. Itu lebih membantu ekonomi keluarga,” kata Elisa.

Jika semua lahan dijual, kata Elisa, orang Papua bakal kehilangan modal jangka panjang. Oleh karena itu, warga Papua di Asmat diminta tidak asal menjual tanahnya, tetapi dimanfaatkan dengan baik dari generasi ke generasi. 

“Kalau dimanfaatkan, seperti berkebun, itu membantu ekonomi. Pemerintah sudah sediakan infrastruktur, seperti pasar. Gunakan itu untuk menjual hasil-hasil kebun yang ada,” tuturnya.

Bupati Elisa Kambu juga meminta agar warga non Papua tidak memanfaatkan kelemahan masyarakat pribumi, hanya untuk menguasai lahan yang ada. Jika ingin berinvestasi, hendaknya dilakukan secara serius.

“Lakukan investasi dengan baik demi pertumbuhan dan kemajuan daerah ini. Jangan sudah kuasai lahan, lalu dijual kembali. Begitu pun untuk orang Papua, kalau sudah dijual, jangat tuntut lagi,” pintanya.

Ia menambahkan, pemerintah setempat telah mengeluarkan anggaran miliaran rupiah untuk pembebasan lahan, seperti lahan pasar, bandar udara dan sebagainya. Namun sejauh ini, kompensasi yang diberikan belum dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat.

“Bandara Ewer dibebaskan 5 miliar, lahan pasar sekitar 800 juta dan lain sebagainya. Tapi saya lihat belum digunakan baik oleh masyarakat. Uang yang ada itu harus digunakan baik, seperti untuk anak sekolah, bangun rumah dan sebagainya,” pinta dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Merauke, Yulianus Keagop mengatakan, kuota sertifikat gratis bagi masyarakat Kabupaten Asmat sebanyak 1.500 bidang (sertifikat). Hingga kini yang baru mendaftarkan permohonan sertifikat gratis sebanyak 200-an pemohon.

“Untuk Asmat setelah kami identifikasi, bisa diberikan 1500 sertifikat. Oleh karena itu, kami minta kesediaan masyarakat agar hak adatnya didaftarkan, nanti kami proses haknya,” kata Yulianus. (Nuel)

Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment