Menkes dan Bupati Tandatangan MoU Wajib Kerja Dokter Spesialis

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) -  Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE.,MH didampingi Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Evelin Pasaribu dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)  Mimika, Philipus Kehek, Senin (24/7) menandatangani MoU Wajib Kerja Dokter Spesial bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan usai pensosialisasian wajib kerja Dokter Spesialis yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Red Top, Jakarta.

Bupati Eltinus bersama 68 Bupati dari daerah lain se Indonesia dan 12 Gubernur melakukan penandatangani Nota  Kesepahaman ( MoU) bersama Kementerian Kesehatan RI tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis (WDKS).

"Dengan adanya MoU penandatangan Wajib Kerja Dokter spesialis tentunya diharapkan dokter spesialis yang ditugaskan nanti di RSUD Mimika dapat memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dan tidak kekurangan dokter spesialis lagi. Dengan demikan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal," kata Bupati Eltinus usai melaksanakan penandatanganan.

Menurut Bupati Eltinus, tujuan dari nota kesepahaman  ini adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan spesialistik di daerah melalui Wajib Kerja Dokter Spesialis sehingga dapat meningkatkan akses masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan spesialistik, khususnya  di Kabupaten Mimika.  

Sementara Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Untung Suseno Sutarjo menyampaikan, bahwa Nota Kesepahaman ( MoU ) ini terkait dengan usulan 114 rumah sakit dari 113 kabupaten/kota dan 29 Provinsi namun yang direkomendasikan Kemenkes hanya 90 rumah sakit, 85 Kabupaten/kota dan 27 Provinsi.

Menurut Suseno, syarat kerjasama pemerintah pusat dan daerah antara lain kesediaan Pemda memenuhi hak dokter spesialis untuk mendapatkan SIP disertai pemberian fasilitas rumah dan tambahan insentif sesuai kemampuan daerah di luar dari gaji antara Rp 20 – Rp 30 juta dari Kemenkes. Sedangkan kewajiban dokter bersangkutan tidak boleh bekerja lebih dari satu rumah sakit. Hal ini dimaksudkan agar dokter spesialis dapat memberikan pelayanan maksimal di rumah sakit mereka ditempatkan.

Ketersedian dokter spesialis di daerah, merupakan bagian dari upaya pemerataan dokter spesialis di seluruh Republik Indonesia, melalui wajib kerja dokter spesialis sebagai bentuk pengabdian kepada negara guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Atas dasar pertimbangan tersebut, pada 12 Januari 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden: Nomor 4 Tahun 2017 tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis, diimplementasikan dengan PP nomor 4 tahun 2017 tentang wajib kerja dokter spesialis yang sudah mulai dilakukan pada tahap 1 melalui SK Menkes nomor HK 01.07 /Menkes/08/2017 tentang peserta WDKS.

Adapun substansi  dari  Nota Kesepahaman  Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) yang ditandatangani oleh Bupati Mimika dan Dirjen Kemenkes RI, antara lain Kemenkes RI berperan  untuk melakukan perencanaan dalam pelaksanaan WKDS, menetapkan kebutuhan dokter spesialis secara nasional untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan spesialistik, melakukan penempatan peserta WKDS, melakukan evaluasi dan monitoring terhadap pelaksanaan WKDS, serta memberikan tunjangan kepada peserta WKDS mandiri.

Sementara pihak Pemerintah Kabupaten Mimika bertanggung jawab terhadap: perencanaan kebutuhan dokter spesialis sesuai dengan tugas dan kewenangannya, mengirim usulan kebutuhan dokter spesialis di tingkat daerah kepada gubernur melalui dinas kesehatan provinsi, menerbitkan surat izin praktik kepada peserta WKDS, menyediakan sarana, prasarana, dan peralatan spesialistik di rumah sakit yang akan digunakan dalam rangka mendukung pemberian pelayanan kesehatan spesialistik, menyediakan tempat tinggal atau rumah dinas, memberikan jaminan keamanan bagi peserta WKDS, memberikan tambahan insentif dari pemerintah daerah kepada peserta WKDS sesuai dengan kemampuan daerah, dan memberikan hak lainnya kepada peserta wajib kerja dokter spesialis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment