Mimika Urutan Ketiga Kasus HIV Tertinggi se Papua

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, Kabupaten Mimika berada pada urutan ketiga pada temuan kasus HIV se Papua, dengan besara 5029 kasus.

Pengelola Program HIV Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Lenny Hutauruk mengatakan,  untuk 2017, kasus HIV-AIDS di Provinsi Papua per Juni, sebanyak 28.771 kasus. Dan kabupaten yang memiliki kasus tertinggi adalah Kabupaten Nabire sebanyak 5.923. Sedangkan Kabupaten Mimika berada di urutan ketiga dengan jumlah 5.029 kasus. 

“Untuk jumlah kasus di Mimika masih sama, karena belum dikompilasi dengan data yang terbaru. Dengan kata lain, data yang baru belum dimasukkan oleh petugas,”kata Lenny saat ditemui Wartawan di Hotel Horison Ultima Timika, Jumat (14/7).

Lenny menjelaskan, untuk tahun 2016  sampai Desember, kasus HIV-AIDS di Provinsi Papua sebanyak 26.973 kasus. Dari jumlah tersebut, yang tertinggi ada di Kabupaten Jayawijaya sebanyak 5.293 kasus, sementara Kabupaten Mimika pada urutan kedua sebanyak 5.029.2017 kasus.

Kenapa dari 2016 ke 2017 temuan kasus HIV-AIDS di Papua mengalami peningkatan. Ia menjelaskan, Dinkes Provinsi Papua sebenarnya memiliki estimasi kenaikan 2,3 persen dikali dengan jumlah penduduk, yakni 72 ribu kasus HIV yang harus ditemukan. Dan dari estimasi tersebut, maka pihaknya melakukan peningkatan pelayanan di setiap daerah, yakni melakukan pemeriksaan atau tes kepada pasien saat datang ke layanan. Karenanya jumlah kasus HIV dari 2016 ke 2017 mengalami peningkatan. 

“Peningkatan yang terjadi dari 2016 ke 2017, karena tanggapnya petugas yang berada di lapangan. Ditambah dengan adanya peningkatan pusat pelayanan disetiap daerah. Namun ingat, kita masih tersisa 40 ribuan kasus dari estimasi yang dilakukan,”jelasnya.

Ia mengatakan, di Provinsi Papua terdapat 25 pusat pelayanan, yang terdiri 14 rumah sakit dan 11 Puskesmas Mandiri. Puskesmas Mandiri ini memiliki pelayanan, seperti pemeriksaan VCT, IMS, dan bisa memberikan ARV kepada pasien. Sehingga tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit.

“Untuk Puskesmas Mandiri ini baru ada di Kabupaten Nabire yang memiliki enam unit dan Kabupaten Jayapura dengan lima  unit. Sementara untuk Mimika, Puskesmas yang ada masih bersifat satelit yang menginduk pada rumah sakit yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kasus HIV di Papua juga tergantung dari jumlah populasi penduduknya. Di Papua, daerah yang memiliki jumlah populasi besar antara lain, Kabupaten Mimika, Merauke, Biak, Jayawijaya, dan Paniai. Karenanya, kenapa Mimika pada 2016 dan 2017 berada pada urutan ke 2 dan 3.

“Dengan jumlah populasi penduduk yang besar, maka jumlah temuan kasus juga besar. Dan perhitungan ini berdasarkan prevalansi yang ditetapkan yakni 2,3 persen dikali jumlah penduduk,” kata Lenny.

Walaupun demikian, kata dia, penyebab utama HIV didaerah-daerah masih didominan hetero seksual. Bukan dari yang lain, dalam arti apakah di daerah itu banyak masyarakat aslinya ataupun tidak. Selain itu juga dipengaruhi tingkat pemahaman dan kurangnya informasi terhadap penularan dan penyebab HIV ini.

Lanjutnya, karenanya pihaknya dan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) terus berupaya memberikan sosialisasi dan pemetaan wilayah. Hal ini bertujuan, untuk meminimalisir penyebaran dari kasus HIV ini.

“Jadi faktor utama penyebab peningkatan penyebaran ini adalah masalah seksual atau suka berganti-ganti pasangan. Dan kami terus berupaya mengimbau melalui sosialisasi dan pelayanan, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,”ungkapnya. (Red)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment