Miras Penyebab Laka Selama Operasi Ramadniya di Mimika

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Minuman keras (miras) beralkohol merupakan hal menonjol yang menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan (Laka) lalu lintas selama Operasi Ramadniya Matoa 2017 di wilayah hukum Polres Mimika. Hal ini disampaian Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Samuel D. Tatiratu, SIK. 

“Selama Operasi Ramadniya miras memang menjadi penyebab utama. Selain miras, adanya melakukan ugal-ugalan saat berkendara di jalan raya dan membuat rawan sekali kecelakaan. Serta kurangnya pengawasan dari orangtua terhadap anak di bawah umur yang membawa kendaraan, khusus roda dua,” kata AKP Samuel D. Tatiratu saat ditemui awak media di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Selasa (11/7).

Samuel berharap, orangtua agar selalu mengawasi anak-anaknya yang masih dibawah umur, agar jangan sampai anak-anak membawa kendaraan secara bebas di jalan raya, apalagi dilakukan dengan ugal-ugalan.

“Kalau orang tua tidak mengawasi benar-benar anak di bawah umur dalam mengendarai kendaraan, berarti kita akan melihat contoh kasus kecelakaan ini,” katanya.

Anak di bawah umur seharusnya diperhatikan serius oleh orangtua, sebab merekalah penerus bangsa yang dapat membuat bangga kedua orangtua mereka. Tetapi jika terjadi kecelakaan dan itu terjadi pada anak-anak di bawah umur, maka harapan sebagai penerus bangsa akan putus sampai disitu.

Sementara itu dijelaskan juga, yang mendominasi untuk masalah kelengkapan selama berkendara, adalah pengendara tidak menggunakan pelindung kepala atau helm.

“Kita lihat selama ini rata-rata kecelakaan yang terjadi adalah kepada si pengendara ataupun si pengemudi, karena tidak adanya helm yang digunakan. Sehingga tukang ojek perlu di ingatkan lagi agar selalu menjaga keselamatan penumpang,” tuturnya.

Wajib hukumnya penumpang kendaraan roda dua seperti penumpang tukang ojek menggunakan helm. Tetapi jika di lihat fakta dilapangan, tukang ojek hanya mementingkan keselamatan diri sendiri, padahal peran atau tugas utama tukang ojek adalah menjamin dan bertanggung jawab terhadap keselamatan penumpangnya. 

“Untuk itu marilah kita saling menjaga keselamatan, baik orang lain maupun diri sendiri," imbuhnya. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment