Nelly Tidak Bayangkan Bisa Menjadi Barista

Bagikan ke Google Plus
Nelly seorang barista wanita pertama di Timika
TIDAK seorang pun yang bisa mengetahui masa depannya akan menjadi seperti apa. Apakah bisa tercapai cita-citanya, atau justru mendapatkan pekerjaan yang tidak dibayangkan sebelumnya. Hanya orang yang terus berupaya dan bekerja keras, yang akan meraih masa depan yang lebih baik.

Sebagaimana diberitakan Kamis (6/7) kemarin,  Kota Timika saat ini memiliki  seorang barista wanita pertama di Timika bahkan mungkin se-Papua. Dia adalah Nelly H. Orora. 

Salam Papua menyempatkan mewawancarai Nely H. Orora di Waanal Coffee and Resto untuk membuktikan skill dan mendapatkan informasi yang lebih detail dan diharapkan melalui cerita perjalanan hidup seorang Nelly, bisa memberikan/menambah motivasi kepada pembaca.

 Nelly menceritakan bahwa perjalanan hidupnya tidaklah pernah membayangkan akan menjadi seorang barista. Semua itu berjalan begitu saja seiring waktu. “Saya seperti kebanyakan orang lainnya yang bekerja apa saja, asal halal,”  kata Nelly. 

Orang tua saya asli Kamoro (bapak Orora & mama Warmani). Nelly sempat tinggal di Wamena sekitar 9 tahun. 

“Setelah kembali ke Timika saya sempat bekerja di Awalin, dan lain-lain sampai akhirnya di terima di Waanal Coffee and Resto, awalnya di bagian waiters. Bertepatan dengan program Waanal Coffee and Resto, dimana program tersebut adalah untuk mengkaryakan/membina anak asli daerah, maka saya diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan saya hingga menjadi barista junior dibawah seorang instruktur/supervisor  Pak Toto,” ujar Nelly. 

Nelly mengaku banyak hal yang sudah ia pelajari mulai dari jenis kopi, memilih kopi yang terbaik(sortir) hingga proses peracikan kopi itu sendiri. Terlebih lagi, pengembangan mental dan juga kepercayaan diri dibentuk. Karena tanpa mental dan percaya diri maka semua itu sia-sia. “Saya beruntung mendapatkan kesempatan ini dan dibimbing langsung oleh seorang barista senior dan profesional sepertt  Pak Toto. Dengan  program dan  proses tersebut,  saya bisa melihat arah jalan ke depan yang lebih cerah,” kata Nelly. 

Menurut Nelly, saat ini dirinya sudah diberikan kontrak kerja oleh Waanal Coffee and Resto untuk masa dua tahun. Untuk itu, masih banyak yang harus ia pelajari sebagai barista, dan terlebih perlu untuk membentuk karakter yang lebih kuat seperti kopi yang juga memiliki  karakter. 

 “Saya berharap adik-adik atau kaka-kaka dari Amor terus berjuang untuk meraih segala cita-cita. Kita tidak akan pernah tau jika kita tidak pernah mencoba sesuatu yang baru, karena mungkin saja disitulah mulainya karir ataupun skill kita bisa kelihatan dan berguna bagi diri sendiri dan orang lain,” ujar Nelly. 

“Saya juga ingin mengimbau kepada pengusaha-pengusaha/owner agar memberikan kesempatan bagi keluarga kami dari Amor dan 7 suku untuk bisa berkreasi dan menunjukkan kemampuannya di bidang apapun itu. Untuk pemerintah, saya berharap ada support-nya juga untuk anak-anak Timika yang memiliki bakat apa saja baik di olah raga, bahasa, kuliner, seni dan lain-lain,” tambah Nelly.

 Tidak ketinggalan, Nelly mengimbau kepada masyarakat Timika untuk mencintai kopi karena kopi banyak sekali khasiatnya, apa lagi kopi Papua sekarang sudah mendunia. 

“Sering kali saya melayani customers bule yang datang dan mereka selalu membeli beans kopi Tiyom untuk di bawa ke negara mereka, sementara kita yang ada di Tanah Papua sendiri belum mengerti bagaimana cara minum kopi yang benar. Jika ada yang penasaran dan mau tau lebih banyak mengenai kopi Papua, silahkan datang ke Waanal coffee and Resto, saya dan teman-teman siap melayani dengan sajian kopi yang terbaik, dimana kopi kami sangat fresh karena kami satu-satunya coffe shop/resto di Timika yang merosting sendiri kopinya hingga proses penyajian,” kata Nelly. (Red)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment