Nely Honorata, Barista Wanita Pertama Timika Asal Kamoro

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) – Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya,  seorang wanita berprofesi sebagai barista (peracik minuman kopi) tentu tidak asing lagi. Namun bila ini terjadi di Kota Timika, tentu akan terasa berbeda.

Adalah Nely Honorata, yang mencatatkan namanya menjadi barista wanita pertama di Kota Timika. Tidak hanya itu, Nelly juga menjadi barista muda yang patut dibanggakan karena berasal dari  Suku Kamoro, Papua dan mencatat diri dalam sejarah sebagai barista pertama dari Suku Kamoro. 

Dibawah bimbingan Toto, Nely belajar selama hampir satu tahununtuk mengenal jenis-jenis kopi, menyortir kopi terbaik hingga meracik kopi yang memiliki cita rasa tinggi. 

Toto adalah seorang barista senior yang juga adalah supervisor di Waanal Coffee and Resto Sp3 Timika, yang sudah 16 tahun berkecimpung di dunia kopi sebagai berista dan mengikuti berbagai macam event. Prestasi terbesar Toto adalah mendapatkan sertifikat barista dan menerima penghargaan 10 besar dalam pertandingan barista di Jakarta yang diikuti oleh barista dari berbagai kota besar di Indonesia beberapa waktu lalu. 

“Mengkaryakan anak lokal Timika menjadi seorang barista adalah program dari Waanal Coffee and Resto yang berada dalam tanggung saya,” ujar Toto kepada Salam Papua, Rabu (5/7). 

Toto menjelaskan sebelum Nely, sebenarnya ada seorang laki-laki asal Papua juga yang mau kami karyakan, namun kelemahan dalam disiplin sering menjadi hambatan sehingga gagal dalam prosesnya. Management Waanal Coffee and Resto tidak hanya semata-mata ingin berbisnis, namun juga memprioritaskan pengembangan anak-anak daerah agar bisa terampil di dunia pekerjaan tertentu. 

“Bukan hanya di barista, tapi juga di bagian kitchenpun kami berlakukan hal yang sama, dimana saat ini ada seorang remaja asal Wamena yang sedang kami bimbing dibawah bimbingan Chef Berto,” kata Toto. 

Menurut Toto, Nely memulai semuanya dari service/waitress dan perlahan-lahan terlihat ada komitmen dan kemauan yang kuat sehingga bisa didorong menjadi seorang barista. Saat ini customers bisa melihat dan merasakan secara langsung pelayanan dan racikan Kopi dari tangan seorang barista wanita asal Kamoro, Nely Honorata di Waanal Cofee and resto. 

“Saya yakin Nely akan menjadi barista yang profesional dan memiliki skill tinggi jika terus mau mengasah kemampuannya dan tidak cepat puas diri atau berbangga diri. Saya pribadi sangat bangga melihat seorang barista wanita asal Kamoro yang mampu melewati proses demi proses di waanal cofee and resto ini,” kata Toto. 

Di dunia kopi, kopi Papua sudah tidak asing lagi, dimana menjadi rebutan para penikmat kopi. Waanal Coffee and Resto tidak hanya menyajikan kopi Papua terbaik asal Tiyom,  namun juga memadukan kopi Papua dan barista asal Papua.

Toto menambahkan, bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita mau berjuang dan mengikuti aturan-aturan yang ada. Mungkin menjadi seorang barista itu di Timika adalah hal yang langkah karena tidak banyak coffee shop seperti kota-kota besar lainnya. 

“Namun kami berharap ke depan akan muncul Nely-Nely yang baru, yang bukan hanya muncul di dunia barista namun juga di aspek-aspek yang lainnya, dimana mereka bekerja. Asal mereka tekun, pasti akan ada jalan untuk meraih kesuksesan,” kata Toto. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment