P2MA PTP Bertekad Jadikan Mimika Miniatur Indonesia

Bagikan ke Google Plus

SAPA (TIMIKA) – Pusat Pengendali Masyarakat Adat Pegunungan Tengah Papua (P2MA PTP) Wilayah Mepago bertekad menjadikan Mimika sebagai miniatur Indonesia dengan menjungjung tinggi bhineka tunggal ika (Bhintuka).

Sekjen P2MA PTP, Wilson Songgonau menjelaskan menjadikan Mimika sebagai miniatur Indonesia dengan menjungjung tinggi bhineka tunggal ika (Bhintuka) merupakan cita-cita besar P2MA PTP yang membutuhkan komitmen besar, visi dan tujuan yang sama dengan semua warga masyarakat yang tinggal di Kabupaten Mimika. 

“Itu visi dan tujuan P2MA PTP. Semua elemen masyarakat  Mimika yang cinta damai harus bersatu dan  bertekad  melupakan masa lalu. Masa dimana warga saling curiga,  penuh konflik, demo  dan  perang suku. Warga harus satu tujuan yaitu menjunjung tinggi penghayatan hidup dalam falsafah Bhineka Tunggal Ika (Bhintuka),” kata Sekjen P2MA-PTP, Wilson Songgonau didampingi Kepala Suku Damal, Mesak Temba, Wakil Ketua P2MA-PTP yang juga Kepala Suku Banti, Marten Omaleng, Kepala Suku Moni, Ruben Kobogau dan Tokoh Pemuda, Tadeus J kepada Salam Papua,  Selasa (4/7) siang. 

Wilson menjelaskan, P2MA PTP Wilayah Mepago sudah menerima rekomendasi dari Ketua Pusat Pengendali Masyarakat Adat Pegunungan Tengah Papua (P2MA PTP ) Provinsi Papua  yang diserahkan oleh Dewan Penasehat Tunggal P2MA-PTP Provinsi Papua, dr. Aluysius Giyai, sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan pengukuhan terhadap P2MA PTP Wilayah Meepago ini. 

Dia menjelaskan P2MA-PTP Wilayah Meepago terdiri -dari tujuh suku besar dan enam kabupaten di pegunungan tengah  yaitu Puncak Jaya, Intan Jaya, Deyai, Dogiai, Nabire dan Mimika. Tujuannya mewujudkan kebersamaan dari berbagai keragaman suku. Dan semua warga mampu mengikrarkan dan memproklamirkan hidup yang rukun, damai dan sejahtera. “Itu tujuan mendasar dari kehadiran P2AM-PTP. Selama ini, kita tidak bisa pungkiri, warga masyarakat tidak aman mencari makan. Anak-anak sekolah tidak aman sekolah, karena ada warga yang demo PT. Freeport dan demo pemerintah. Terjadi konflik suku hingga mengarah perang suku. P2MA-PTP bertekad menginspirasi semua pihak yang menetap di Timika mengakhiri semua itu dan memulai membangun hidup cintai damai,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Suku Moni, Ruben Kobogau mengaku strategi untuk mengkongkritkan visi dan misi besar serta tujuan P2M-PTP itu, P2MA-PTP sudah melakukan pendekatan dan membangun dialog dengan paguyuban Suku Key. Pengurus paguyuban Suku Key sudah mengaku mendukung penuh dan setuju apa yang diprakarsai P2MA-PTP. 

“Paguyuban lain, kami sedang melakukan komunikasi, seperti KKSS, KKJB, IKMAL, FLOBAMORA, KKBSU, KMB dan 265 suku Papua yang menetap di Kabupaten Mimika. Visi besarnya, P2MA-PTP sebagai payung akan memayungi semua paguyuban dalam wadah Bhintuka. Itu tujuan besarnya yang harus diwujudkan,” katanya.

Dari rekaman media ini dalam rapat persiapan pendeklarasian dan pelantikan P2MA-PTP itu, pengurus P2MA-PTP menyepakati pendeklarasian dan pelantikan akan didahului dengan inisiasi pengukuhan secara adat yang akan ditandai dengan bakar batu. Lalu, pengurus pula sedang berjuang dan melobi kepada Pemerintah Pusat untuk menghadirkan Mendagri  melantik secara resmi pengurus P2MA-PTP dan pengurus Bhintuka. 

Strategi itu menurut Kobogau sebagai bentuk dan upaya para pengurus P2MA-PTP memberi legitimasi terhadap kehadiran P2MA-PTP. Sehingga, P2MA-PTP dalam kiprahnya ke depan berjalan satu irama dan beriringan dengan semua intitusi serta lembaga kemasyarakatan, intstitusi pemerintah, TNI dan Polri. “Itu makanya pengurus P2MA-PTP berjuang dan melobi Mendagri yang melantik P2MA-PTP,” ujarnya. (Red)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment