P2MA PTP Inginkan Cabup Kuasai Aturan Pemerintahan

Bagikan Bagikan
Wilson Songgonau
SAPA (TIMIKA) – Pusat Pengendali Masyarakat Adat Pegunungan Tengah Papua (P2MA PTP) wilayah Mee-Pago dan Lapago Mimika menginginkan figur calon Bupati Mimika periode 2018-2023 adalah orang yang menguasai aturan, karismatik dan berpengalaman di pemerintahan agar bisa memimpin daerah dan masyarakat Mimika ke  arah yang lebih baik dan lebih maju.

“Kami senang sejauh ini sudah ada anak Kamoro dan Amungme yang memimpin Mimika, tapi kami rasa ini belum cukup. Kami menginginkan figur karismatik yang memahami dan menguasai Peraturan Pemerintah dan Undang-Undang serta yang berpengalaman di pemerintahan sehingga bisa lebih bijaksana memimpin daerah ini dan tidak terjadi hal-hal yang menghambat jalannya roda pemerintahan dan pembangunan,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) P2MA PTP, Wilson Songgonau kepada Salam Papua, Rabu (5/7).

Wilson menjelaskan, di Kabupaten Mimika saat ini terdapat sejumlah figur yang memenuhi kriteria tersebut di atas. Bahkan ada figur karismatik yang sudah pernah menjadi pemimpin di daerah ini, yang pada saat memimpin, daerah Mimika ini aman dan nyaman, roda pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya dan pembangunan cukup berhasil.

“Figur seperti inilah yang kami harapkan diakomodir partai-partai politik agar bisa maju sebagai calon bupati atau calon wakil bupati. Kami juga mendorong agar figur seperti ini sebaiknya maju melalui jalur independen, kalau tidak diakomodir partai politik,” kata Wilson.

Ketika ditanya kenapa P2MA PTP menetapkan syarat tersebut untuk Cabup Mimika periode 2018-2023, Willson menegaskan, kalau figur menguasai aturan dan berpengalaman di pemerintahan, sudah pasti akan memimpin daerah ini dengan benar, tidak melenceng dari aturan pemerintahan yang bisa mengakibatkan kekacauan dalam pemerintahan dan pembangunan.

“Sudah terbukti figur pemimpin yang tidak menguasai aturan dan berpengalaman dalam bidang pemerintahan, menimbulkan kekacauan yang mengakibatkan sistim pemerintahan dan pembangunan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akibatnya, walau nilai APBD mendekati Rp 3 Triliun, masyarakat tidak tahu dan tidak merasakan hasil pembangunan,” ujar Wilson.

Selain itu, kalau figur pemimpin menguasai aturan dan berpengalaman di pemerintahan, jelas Willson, maka figur tersebut akan mengutamakan tetap berada di daerah yang dipimpinnya, bukan lebih banyak berada di Jakarta atau daerah lainnya. “Masyarakat butuh pemimpin senantiasa berada di Timika, yang setia bersama rakyat, mengunjungi rakyat dan mendengar keluh kesah serta apa yang dibutuhkan rakyatnya. Pemimpin yang mampu menjawab dan memenuhi kebutuhan rakyatnya. Bukan pemimpin yang berbulan-bulan tinggal di Jakarta, memangnya dia bupati Jakarta?” kata Wilson.

Tentang figur calon Mimika 01, apakah harus orang Asli Papua, khususnya dari Amungme atau Kamoro, Wilson mengatakan, diutamakan figur dari Amungme atau Kamoro, tapi tidak harus dipaksakan, kalau memang figur dari dua suku tersebut yang menguasai aturan dan berpengalaman di pemerintahan tidak ada.  

“Sesuai Undang-Undang Otsus, hanya untuk Gubernur dan Wakil Gubernur yang harus orang asli Papua. Sementara untuk Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota dibolehkan orang non Papua. Jadi kita harus terbuka untuk warga daerah lain memimpin Mimika. Karena kalau kita yakini warga daerah lain memimpin daerah ini akan lebih baik dan lebih maju, kenapa tidak? Untuk apa kita paksakan anak asli Papua, sementara kita sendiri sudah tahu kinerjanya sebagai pemimpin sangat buruk, bahkan pembangunan tidak berjalan,” tegas Wilson.

Walau menginginkan figur Cabup dan Cawabup Mimika periode 2018-2023 harus memahami aturan dan berpengalaman di bidang pemerintahan, Wilson mengatakan, P2MA PTP memahami bahwa sesuai Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah, setiap warga negara di daerah ini berhak untuk maju mencalonkan diri sebagai calon bupati atau calon wakil bupati.

“Silahkan siapa saja berhak maju, tentu saja harus didukung perahu politik atau melalui jalur independen. Kami dari P2MA PTP percaya bahwa masyarakat Mimika sudah cerdas dalam memilih dan tentu akan memilih figur calon yang dipercaya dapat memimpin daerah ini secara benar sesuai peraturan pemerintah, figur yang mengutamakan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Figur yang senantiasa berada di Timika, dan bukan figur yang berbulan-bulan tinggal di Jakarta, meninggalkan masyarakatnya hidup susah,” kata Wilson. (Red) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment