Panitia HSN 2017 dan 1 Muharram di Mimika Terbentuk

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika, menggelar pertemuan bersama sejumlah ormas islam, organisasi kemasyarakatan dan komunitas-komunitas yang ada di Mimika. Pertemuan itu membentuk panitia peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2017 dan 1 Muharram 1439 Hijriah di Mimika.

Pertemuan dilaksanakan di gedung serbaguna Masjid Agung Babussalam, Kamis (27/7). Dalam pertemuan itu, memutuskan dengan menunjuk Muhammad Basar, SH sebagai ketua panitia, Roni Irnawan, S.Kom sebagai sekretaris, dan Amir Grind, A.Md sebagai bendahara panitia peringatan HSN 2017 dan 1 Muharram 1439 H.

Setelah memutuskan susunan inti panitia peringatan HSN 2017 dan 1 Muharram 1439 H, selanjutnya panitia inti akan membentuk seksi-seksi kegiatan. Diantaranya seksi yang mengatur kegiatan perlombaan, dzikir dan sholawat, kirab dan upacara, pentas seni dan budaya, asyura, sosial dan ekonomi, serta promosi dan publikasi.

“Langkah awal yang dilakukan panitia untuk melengkapi semua seksi-seksi yang ada. Walaupun kegiatannya di 22 Oktober, cuma kita sudah melakukan kegiatan itu di bulan September mulai. Jadi untuk tugas kita panitia, yaitu menjaring semua unsur dari semua yang ada di Kabupaten Mimika untuk menjadi satu panitia. Sehingga umat islam di Kabupaten Mimika ini bersatu,” kata sekretaris panitia peringatan HSN 2017 dan 1 Muharram 1439 H, Roni Irnawan, kepada Salam Papua Kamis malam.

“Sesuai dengan arahan ketua PCNU Haji Akhir Iribaram dengan ketua PHBI pak La Itam Gredenggo, siap mensupport kegiatan ini. Intinya ketua panitia sudah terpilih dari PCNU sendiri, selanjutnya dari PHBI saya sendiri dan bendahara dari usnur pemuda,” tambahnya.

Tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai hari santri nasional tentunya mempunyai sejarah tersendiri. Hari santri merupakan hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan kaum santri dalam perjuangannya melawan penjajah. Yang bertepatan dengan resolusi jihad dari Mbah KH Hasyim  Asy’ari pada tanggal 22 Oktober melalui Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015.

Resoluis jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim  Asy’ari pendiri NU pada tanggal 22 Oktober tahun 1945 di Surabaya, untuk mencegah dan mengahalangi kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA.

KH Hasyim Asy’ari sebagai tokoh besar pendiri NU menyerukan jihad dengan mengatakan “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu ‘ain, atau wajib bagi setiap orang”

Seruan jihad itulah yang dikobarkan oleh KH Hasyim Asy’ari untuk membakar semangat para santri Surabaya, untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Jenderal Mallaby sendiri tewas dalam pertempuran yang berlangsung tiga hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 27, 29 dan 29 Oktober 1945. Ia tewas bersama pasukannya yang berjumlah kurang lebih 2000 pasukan. Hal tersebut yang membuat marah angkatan perang Inggris, hingga berujung pada peristiwa 10 November 1945 yang merupakan tonggak diperingatinya Hari Pahlawan.  

Kemerdekaan Republik Indonesia memang tidak lepas dari perjuangan kaum santri dan ulama. Itulah mengapa setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional.


Sementara itu 1 Muharram adalah tahun baru islam yang berdasarkan kalender islam atau kelender hijriah. Penentuan dimulainya tahun 1 hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Namun demikian, sistem yang mendasari kalender hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah. (Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment