Pelayanan di Disdukcapil Membludak Pasca Libur Lebaran

Bagikan ke Google Plus
Suasana pelayanan yang terjadi di Disdukcapil Mimika
SAPA (TIMIKA) – Suasana pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Didukcapil) Kabupaten Mimika membludak (penuh sesak,red) pasca cuti bersama lebaran Idul Fitri 1438 H/2017. 

Berdasarkan pantauan Salam Papua di Disdukcapil Mimika, masyarakat yang akan melakukan pengurusan administrasi kependudukan, baik e KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, surat pindah, dan lainnya telah datang sejak pukul 06.00 Wit. Sementara waktu pelayanan mulai pukul 08.00 Wit. Sehingga, masyarakat yang ingin melakukan pengurusan sempat menunggu selama dua jam.

Salah satu masyarakat yang mengurus e KTP, Ina mengatakan, dirinya datang ke Disdukcapil ini pukul 06.00 Wit. Ini dilakukan, agar mendapatkan pelayanan pertama. Karena kita tahu, pasca liburan ini pasti banyak yang datang.

“Saya datang pagi-pagi, agar bisa urus e KTP cepat. Sehingga bisa pulang juga dengan cepat,”katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Disdukcapil Mimika, Aprida,S.Sos saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya mengatakan, setiap hari pelayanan di Disdukcapil ini dipadati oleh masyarakat. Dimana rata-rata setiap hari, masyarakat yang datang 500 an orang.

"Dan karena hari ini pertama pasca liburan, maka masyarakat membludak untuk mendapatkan pelayanan. Namun, sebelum mulai liburan, kami sudah layani masyarakat dengan jumlah yang tidak kalah banyaknya,”katanya.

Diakui Aprida, dengan membludaknya kunjungan masyarakat, pihaknya membagikan tugas kepada setiap operator pelayanan, baik e KTP, KK, dan yang lainnya. Dan biasanya selalu berada pada posisi masing-masing selama jam kerja, agar pelayanan kepada masyarakat pun selalu berjalan lancar.

"Puji Tuhan meski masyarakat yang datang sangat banyak, tapi semua petugas kami selalu siap. Apalagi sekarang jaringan sudah lancer. Jadi kerjaaanpun lancer. Dan yang penting data masyarakat itu lengkap, sehingga tidak harus diulang,"ujarnya.

Prida mengakui, meski kunjungan masyarakat dinilai membludak, namun proses pelayanan yang dilakukan tetap menggunakan budaya antri.

"Kami tetap memberikan pelayanan dengan cara mendahulukan masyarakat yang lebih dahulu datang atau memperoleh nomor antrian paling mudah. Ini dilakukan, agar masyarakat tidak protes dengan pelayanan kami,"tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment