Pembayaran Honor 380 Ketua RT Terganjal Perda

Bagikan ke Google Plus
Robert Kambu
SAPA (TIMIKA) – Sampai saat ini 380 Ketua Rukun Tetangga (RT) yang tersebar dibeberapa distrik di Kabupaten Mimika, belum menerima honor tahun anggaran 2016. Hal ini dikarenakan, masih terganjal dengan belum dibahasnya Peraturan Daerah (Perda) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika. 

Demikian disampaikan Kepala Bagian Pemerintah Kampung (Kabag Pemkam) Setda Mimika, Robert Kambu saat ditemui Wartawan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Rabu (5/7).

"Dengan kondisi seperti itu, kami hanya berharap pemahaman baik dari 380 Ketua RT. Karena mau dibilang apa? Situasi di daerah seperti sekarang ini,”kata Robert Kambu.

Robert menjelaskan, di Mimika ini ada 1.125 Ketua RT, dan anggaran yang dibutuhkan untuk membiayai honor sebesar Rp8,1 miliar per tahun. Namun dari 1.125 RT yang telah disalurkan telah disalurkan hanya bagi 747  RT, sehingga masih tersisa 380 yang belum bisa disalurkan. Terbanyak Ketua RT yang belum terima honornya itu di Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana dan Wania. Sementara beberapa distrik lain kurang satu atau dua Ketua RT.

Lanjutnya, pihaknya telah memperjuangkan nasib 380 Ketua RT tersebut, untuk dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Mimika tahun 2016. Namun usulan tersebut ditolak.

“Kami sudah berupaya, agar 380 Ketua RT yang belum menerima honor bisa diakomodir di APBDP 2016. Namun sayangnya hal tersebut ditolak,”ujarnya.

Kambu menjelaskan, setiap Ketua RT per bulannya mendapatkan honor Rp600 ribu, yang diterimakan setiap tiga bulan. Dari pembayaran tersebut, untuk 747 Ketua RT pada tri wulan pertama sudah dibayarkan. Dan sekarang hanya menunggu tahap kedua yang kemungkinan akan dicairkan pada minggu kedua atau ketiga Juli ini.

Sementara untuk 380 Ketua RT ini masih belum bisa terakomodir. Dan para ketua RT ini sudah sering datang ke kantor, untuk mempertanyakan honor.

“Saya sudah jelaskan kepada para ketua RT yang datang menanyakan honor. Bahwa pembayaran honor belum bisa diakomodir, karena terganjal dengan Perda,"tuturnya. SAPA (TIMIKA) – Sampai saat ini 380 Ketua Rukun Tetangga (RT) yang tersebar dibeberapa distrik di Kabupaten Mimika, belum menerima honor tahun anggaran 2016. Hal ini dikarenakan, masih terganjal dengan belum dibahasnya Peraturan Daerah (Perda) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika. 

Demikian disampaikan Kepala Bagian Pemerintah Kampung (Kabag Pemkam) Setda Mimika, Robert Kambu saat ditemui Wartawan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Rabu (5/7).

"Dengan kondisi seperti itu, kami hanya berharap pemahaman baik dari 380 Ketua RT. Karena mau dibilang apa? Situasi di daerah seperti sekarang ini,”kata Robert Kambu.

Robert menjelaskan, di Mimika ini ada 1.125 Ketua RT, dan anggaran yang dibutuhkan untuk membiayai honor sebesar Rp8,1 miliar per tahun. Namun dari 1.125 RT yang telah disalurkan telah disalurkan hanya bagi 747  RT, sehingga masih tersisa 380 yang belum bisa disalurkan. Terbanyak Ketua RT yang belum terima honornya itu di Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana dan Wania. Sementara beberapa distrik lain kurang satu atau dua Ketua RT.

Lanjutnya, pihaknya telah memperjuangkan nasib 380 Ketua RT tersebut, untuk dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Mimika tahun 2016. Namun usulan tersebut ditolak.

“Kami sudah berupaya, agar 380 Ketua RT yang belum menerima honor bisa diakomodir di APBDP 2016. Namun sayangnya hal tersebut ditolak,”ujarnya.

Kambu menjelaskan, setiap Ketua RT per bulannya mendapatkan honor Rp600 ribu, yang diterimakan setiap tiga bulan. Dari pembayaran tersebut, untuk 747 Ketua RT pada tri wulan pertama sudah dibayarkan. Dan sekarang hanya menunggu tahap kedua yang kemungkinan akan dicairkan pada minggu kedua atau ketiga Juli ini.

Sementara untuk 380 Ketua RT ini masih belum bisa terakomodir. Dan para ketua RT ini sudah sering datang ke kantor, untuk mempertanyakan honor.

“Saya sudah jelaskan kepada para ketua RT yang datang menanyakan honor. Bahwa pembayaran honor belum bisa diakomodir, karena terganjal dengan Perda,"tuturnya. (Acik)


Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment