Pemkab Asmat Bangun Ratusan Unit Rumah Masyarakat

Bagikan ke Google Plus
Ewang Massau 
SAPA (ASMAT) — Pemerintah Kabupaten Asmat bakal membangun 208 unit rumah masyarakat di sejumlah kampung dan distrik pada tahun ini. Proyek yang diluncurkan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan kini telah dilelang, dan dipastikan pekerjaannya dilaksanakan dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Asmat, Ewang Massau mengatakan, anggaran proyek rumah bantuan tersebut bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan otonomi khusus (Otsus) tahun 2017.

“Rumah bantuan itu berukuran 4x5 dengan konstruksi papan. Rata-rata setiap distrik mendapat jatah 10-15 unit rumah. Ada kampung yang dapat 4-5 unit,” kata Ewang, Sabtu (15/7).    

Menurutnya proyek itu telah selesai dilelang dan diharapkan segera dikerjakan para kontraktor yang menang tender. Pembangunan ratusan rumah bantuan itu ditargetkan rampung di bulan September-Oktober 2017, selanjutnya akan diserahkan kepada penerima manfaat.

“Tahun lalu dari DAK, DAU dan Otsus. Tapi tahun ini hanya dari DAU dan Otsus, karena kami tidak dapat DAK,” kata Ewang, seraya enggan menyebutkan nilai anggaran proyek tersebut. 

Ia mengungkapkan, jumlah rumah bantuan yang dibangun pada tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu, yang mana telah dibangun 310 unit. Untuk tahun ini hanya 208 unit, mengingat tidak ada alokasi dana DAK dari pusat. 

Sementara sesuai rencana strategi (Renstra) Dinas Perumahan Kabupaten Asmat selama lima tahun ke depan, telah direncanakan pembangunan rumah rakyat sebanyak 1500 unit. Sebab itu, ia berharap pemerintah pusat bisa memberikan dukungan anggaran pada tahun berikutnya.

“Sesuai renstra, yang direncanakan itu totalnya 1500 unit, sehingga pertahun seharusnya 300 unit. Tapi tahun ini hanya 208, karena keterbatasan dana,” katanya.

Ewang mengaku pihaknya sudah menyampaikan kepada Dirjen Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat agar tahun berikutnya bisa dialokasikan dana DAK. Karena menurutnya, masih sangat banyak warga Asmat yang membutuhkan bantuan papan.

“Hampir di semua kampung itu membutuhkan rumah yang layak. Dan dalam setiap musrenbang distrik, masyarakat selalu mengusulkan rumah. Kami tetap berupaya, tapi kembali lagi pada ketersediaan anggaran,” ujarnya. (Nuel) 
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment