Pencarian Korban Kapal Terbalik Dihentikan Sementara

Bagikan Bagikan


SAPA (JAYAPURA) - Tim SAR untuk sementara menghentikan upaya pencarian dan penyelamatan korban kapal terbalik saat menuju Distrik Betani Kabupaten Pegunungan Bintang, akibat cuaca buruk.

"Pencarian untuk sementara dihentikan akibat cuaca buruk, baik yang dilakukan di Distrik Betani Kabupaten Pegunungan Bintang maupun yang berada di Distrik Airu Kabupaten Jayapura," kata Kepala SAR Jayapura, Melkianus Kota, di Jayapura, Selasa (25/7).

Ia mengatakan, dari laporan yang diterima saat ini tim menghentikan sementara pencarian akibat cuaca yang tidak bersahabat, baik di Distrik Betani maupun Distrik Airu.

Kecelakaan yang menyebabkan kapal motor yang ditumpangi 18 orang tenggelam pada Jumat (21/7) malam, dan diduga kapal itu menabrak dahan kayu yang hanyut di sungai hingga menyebabkan kapal pecah .

"Dari 18 penumpang, lima diantaranya berhasil menyelamatkan diri dan memberitahukan insiden yang dialami kepada warga dan kepala kampung," kata Melki.

Ia menyebutkan, pencarian dilakukan melalui dua lokasi karena kampung Mamblo Distrik Betani, Kabupaten Pegunungan Bintang berada di sekitar hulu sungai Mamberamo yang berbatasan dengan Distrik Airu di Kabupaten Jayapura.

"Hingga kini masih empat orang yang belum berhasil ditemukan dan terus dicari tim SAR yang dibantu masyarakat setempat," katanya.

SAR Temukan Sembilan Jenazah Korban Kapal Tenggelam

Tim SAR berhasil menemukan sembilan jenazah dari 18 korban penumpang kapal motor yang terbalik dalam perjalanan menuju kampung Mamblo, Distrik Betani, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

“Kesembilan jenazah korban itu ditemukan di dua lokasi berbeda yaitu di Muara Nawa, Distrik Airu, Kabupaten Jayapura dan di sekitar wilayah Distrik Betani, Kabupaten Pegunungan Bintang,” kata Kepala SAR Jayapura. 

Dikatakan, dengan ditemukannya sembilan jenazah korban itu, dua di antaranya anak-anak, maka tinggal empat korban lagi yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

“Sesaat setelah kapal tersebut mengalami musibah lima orang berhasil menyelamatkan diri dan melaporkan insiden yang dialami kepada warga dan kepala kampung sehingga mereka mengetahui musibah yang terjadi,” kata Melkianus.

Dari laporan yang diterima, jarak antara lokasi kecelakaan di Distrik Betani, Kabupaten Pegunungan Bintang dan Muara Nawa, Distrik Airu yang berada di Kabupaten Jayapura sekitar 60 km.

"Jenazah tersebut diduga hanyut terbawa air karena lokasi tersebut berada di sekitar Sungai Mamberamo," kata Melki seraya menambahkan saat ini cuaca sedang tidak bersahabat karena hujan deras menguyur kedua lokasi sehingga pencarian dihentikan untuk sementara.

Pencarian yang dilakukan tim SAR yang dibagi dua lokasi yakni dari Distrik Betani, Kabupaten Pegunungan Bintang dan dari Muara Nawa Distrik Airu, Kabupaten Jayapura. (Ant)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment