Pendapatan Hotel Asmat Bersinar Menurun

Bagikan ke Google Plus
Bupati Asmat saat Meresmikan Hotel Asmat Bersinar Beberapa Waktu Yang Lalu
SAPA (ASMAT) — Pendapatan hotel  Asmat Bersinar milik Pemerintah Daerah (Pemda) Asmat di Timika selama beberapa bulan terakhir mengalami penurunan. Jika pendapatannya terus menurun, maka Hotel Asmat terancam akan ditutup. 

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Asmat, H.F. Sinurat, S.STP  dalam pertemuan evaluasi penyerapan dan penerimaan anggaran tahun 2017, Rabu (5/7) lalu mengungkapkan, pendapatan hotel tersebut selama enam bulan terakhir mengalami penurunan capai Rp170 juta. 
“Pendapatan bersihnya hanya Rp97 juta,” ujarnya.

Ditambahkan Sinurat, apabila pendapatan Hotel Asmat Bersinar terus menurun signifikan, bukan tidak mungkin pengelolaan aset pemerintah daerah itu akan dihentikan dan hotel tersebut bakal ditutup oleh pemerintah setempat.

“Kami sudah lakukan evaluasi semester satu, itu kita hanya dapat Rp170 juta. Setelah dikurangi gaji karyawan dan lain-lain, keuntungannya hanya Rp97 juta,” ungkap Sinurat.

Padahal, sesuai perhitungan,  dia menyebutkan biaya perjalanan keluar daerah SKPD yang dianggarkan dalam APBD 2017 kurang lebih Rp13 miliar. Angka tersebut hanya khusus biaya perjalanan keluar daerah untuk koordinasi-koordinasi.

“Itu baru perjalanan yang sifatnya koordinasi-koordinasi. Belum lagi kegiatan-kegiatan APBD yang lain, sangat besar biayanya. Kita harusnya bisa dapat Rp 4 miliar untuk akhir tahun nanti,” tuturnya.

Namun sangat disayangkan, sebab banyak ASN Asmat yang melakukan perjalanan dinas keluar melalui Timika tidak menginap di hotel milik pemda tersebut. 

“Kita mau menghidupkan rumah tangga orang lain atau rumah tangga kita. Padahal penerimaan itu nantinya kembali ke kita,” terangnya.

Ia sangat berharap, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau yang sebelumnya dikenal SKPD agar berinisiatif mendukung investasi pemerintah daerah yang cukup besar di Kabupaten Mimika.

“Kami sudah membuat format baru. Yang mana rekapan perjalan dinas langsung diisi di situ dan kami punya koneksi online. Akan ketahuan jika tidak menginap di hotel itu,” katanya.

Ia berharap agar pimpinan OPD bisa memaklumi hal tersebut sebagai upaya untuk mendongkrak penerimaan daerah. “Kalau tidak ada target penerimaan dari situ, hotel ini akan tutup. Tahun lalu, semester satu saja kita dapat Rp380 juta. Tapi sekarang turun jauh,” kata dia.

Sementara Bupati Asmat, Elisa Kambu meminta agar seluruh pimpinan OPD agar mendukung upaya-upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan penerimaan daerah melalui potensi-potensi yang ada. 

“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Kita mau cari pendapatan dari mana kalau tak didukung,” katanya menambahkan. (Eman Riberu)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment