Pimpinan OPD Tak Boleh Acuh dengan Staf

Bagikan Bagikan
SAPA (ASMAT) - Segenap pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Asmat diminta untuk tidak boleh acuh alias masa bodoh dengan stafnya. Sebaliknya, pimpinan OPD diminta merangkul semua staf, melakukan pembinaan dan pendampingan.

Hal itu ditegaskan oleh Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos Senin (24/7). “Sebagai pimpinan, kita tidak boleh malas tahu dengan staf. Harus mengedepankan komunikasi, berupaya membangun kebersamaan dan kekuatan tim,” kata Elisa Kambu.

Kata Elisa Kambu, apabila ada pegawai yang tidak masuk kerja karena sakit atau tanpa alasan selama beberapa hari berturut-turut, pimpinan OPD wajib mendatangi rumah yang bersangkutan dan membangun komunikasi.

“Ini tugas pimpinan. Bukan hanya sekedar datang ke kantor. Pimpinan ini adalah bapa, jadi bertanggung jawab terhadap anak-anaknya,” katanya mengandaikan.

Menurut Elisa, pendekatan-pendekatan komunikatif yang dilakukan pimpinan OPD bertujuan untuk membangun tim kerja yang kuat, kekompakkan antara pimpinan dan bawahan, keterbukaan, dan meningkatkan kinerja.

“Kalau tidak seperti itu, maka yang terjadi adalah gosip, fitnah dan adu domba dalam lingkup kerja. Oleh karena itu, pimpinan OPD harus memulau kerja sama yang baik seperti yang disampaikan tadi. Lakukan juga pertemuan-pertemuan berkala,” pintanya.

Bupati Elisa Kambu meminta agar pimpinan OPD melakukan pengawasan secara berjenjang terhadap stafnya. Pimpinan harus mengenal pegawainya, jumlah pegawainya, dan mengecek yang masuk kerja maupun tidak masuk kerja.

“Ini tugas pimpinan untuk melakukan pembinaan dan pendampingan secara berjenjang. Jangan cuek saja karena dia tidak bisa kerja atau malas kerja. Harus komunikatif, membina dan mengarahkannya,” kata dia.

Elisa Kambu juga meminta pimpinan OPD tidak segan-segan memecat pegawai honorer yang kedapatan mabuk di kantor. Jika itu ASN, maka diberikan pembinaan secara berjenjang hingga di-nonjob-kan dari jabatannya.

“Yang honorer kalau mabuk datang kantor, saya perintahkan dipecat. Kalau ASN ada mekanisme, sampai teguran tiga kali masih berbuat, kita turunkan jabatannya,” pungkas Elisa. (Nuel) 


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment