Polairut Mimika Diminta Perketat Pengawasan Wilayah Laut

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) -  Mengingat saat ini banyak kapal dari luar wilayah papua yang masuk untuk melakukan penangkapan ikan dan mengambil hasil laut dari wilayah laut Papua termasuk Mimika, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua, Drs. F.X, Mote M.,Si meminta agar Kepolisan Air dan Laut (Polairut) Kabupaten Mimika untuk memperketat pengawasan wilayah laut Mimika.

Saat diwawancarai di Hotel Ultima Horizon, Jalan Hasanuddin, Kamis (20/7) Mote mengatakan, masuknya kapal-kapal dari daerah Jawa terjadi setelah adanya pengusiran beberapa kapal asing yang juga pernah melakukan pengoperasian di wilayah laut Papua beberapa waktu lalu.

Sekarang itu sangat banyak kapal-kapal dari daerah Indramayu dan daerah Jawa lainnya. Ini sebenarnya rugi untuk kita di Papua. Jadi kita minta Polairut kita harus perketat, biar hasil laut kita tidak dibawa keluar,”ujarnya.

Menurut Mote, mendaratnya atau masuknya kapal luar ke dalam wilayah Papua memang memiliki ketentuan yang berlaku, namun hanya untuk parker. Namun harus melapor alasan parki itu apa?. Jika petugas PPI menemukan kapal terkait tidak memiliki ijin masuk atau ijinnya hanya berlaku untuk daerah Jawa, maka sangat tidak diperbolehkan untuk beroperasi di wilayah Papua.

“Kalau memang ada ijin untuk operasi, tidak apa-apa. Atau kalau sekedar bersandar karena butuh Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Makanan (Bama) berarti kita perbolehkan,” ujarnya.

 Mote mengakui, soal itu sudah melakukan koordinasi bersama pihak Danlantamal 11 di Merauke dan Danlantamal 10 di Jayapura agar benar-benar mengawasi dan memeriksa kelengkapan semua kapal yang masuk. Hal tersebut juga telah dibicarakan dalam forum Satgas 115 di Jakarta bahwa semua kapal penangkapan yang masuk di wilayah Papua harus segera ditarik kembali ke Jawa.


“Kalau kapal dari daerah lain masuk ke wilayah kita tanpa ijin lengkap maka itu pelanggaran. Jadi harus ditindak,” ujarnya.  (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment