Polisi Selidiki Selebaran di Kantor DPRD Mimika

Bagikan ke Google Plus
Gedung DPRD Kabupaten Mimika
SAPA (TIMIKA) – Jajaran Polres Mimika kini tengah menyelidiki orang tak dikenal (OTK) yang menempel selebaran kertas di pagar gedung DPRD Mimika pada Minggu 2 Juli 2017. Dalam selebaran itu tertulis bahwa Sekretaris Dewan (Setwan) Kabupaten Mimika, Paulus Dumais memerintahkan untuk menggembok pintu Gedung DPRD Mimika.   

“Kita sementara cari orangnya, beberapa saksi juga sudah dimintai keterangannya. Jadi ini pengaduan saja,” kata Kapolres Mimika, AKBP Victor D Mackbon saat dikonfirmasi awak di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Selasa (4/7).

Selebaran kertas tersebut bertuliskan “Perhatian !!! Bapak/Ibu Anggota DPRD, pintu masuk kantor masih kami gembok atas perintah Sekwan. Kami akan buka kembali setelah ada perintah dari Sekwan. Terima kasih atas perhatiannya. TTD (Tertanda), Security."

Akibat di tempelnya selebaran tersebut, sejumlah politisi yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Mimika melayangkan protes kepada Sekwan. Dikarenakan kaget dan tidak mengetahui terkait selebaran itu, Paulus Dumais kemudian mempertanyakan perihal tersebut kepada pihak security. Namun terkait di tempelnya selebaran itu tidak diketahui pasti pihak security gedung DPRD Mimika.

Atas dasar-dasar diatas, seorang staf pada Sekretariat Dewan Kabupaten Mimika yang bernama Maurits Elisa Simon Umbora akhirnya mendatangi Polsek Mimika Baru pada Senin 3 Juli 2017. Kedatangan yang bersangkutan untuk membuat laporan polisi (LP) terkait dugaan pencemaran nama baik Sekwan dengan nomor LP/308/VII/2017/Papua/Res Mimika/Sek Miru.

Kapolsek Mimika Baru (Miru) melalui penyidik Polsek Miru, Bripka Ivan Mangende menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari pelapor, melihat OTK yang melakukan penempelan selebaran pada pagar pintu masuk gedung DPRD Mimika.  Saat itu karena penasaran, pelapor kemudian singgah sejenak untuk melihat isi tulisan dalam selebaran. Saat itu OTK yang menempel selebaran langsung kabur dengan menggunakan kendaraan roda empat menuju ke arah Kota Timika. 

Pelapor setelah membaca selebaran dan mendokumentasikan menggunakan kamera telepon seluler, pelapor kemudian melanjutkan perjalan menuju Timika. 
Ketika kembali dan melintas depan gedung DPRD Mimika, pelapor melihat kalau selebaran tersebut telah dicabut.

“Ada seorang pegawai Setwan yang kebetulan lewat di depan kantor DPRD dan melihat ada orang yang tempel itu (Sleebaran). Dia berhenti, tapi keburu orangnya (OTK yang dimaksud) lari,” jelas penyidik Ivan.

Sejauh ini penyidik belum bisa memastikan indikasi adanya pencemaran nama baik Sekwan maupun modus di tempelnya selebaran yang berisikan penyampaian, dan didalamnya menuding bahwa penyampaian itu merupakan perintah dari Sekwan. Salah satu untuk mengetahui itu adalah dengan memanggil pihak security yang bertugas saat itu untuk diperiksa atau diambil keterangannya.

“Kalau untuk pencemaran, itu kami belum bisa pastikan. Tapi didalam selebaran itu tertanda security, dan bisa saja selebaran itu dipasang oleh orang lain atas nama pak Sekwan,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang security bernama Martinus yang dijumpai Salam Papua di pos security gedung DPRD Mimika mengatakan, usai kejadian dirinya dihubungi oleh Kabag Umum Setwan, Frans Msen, dan menanyakan terkait selebaran yang ditempel. Saat itu juga Martinus langsung mendatangi gedung DPRD Mimika untuk memastikan hal tersebut. Namun saat tiba di gedung DPRD Mimika ia bersama rekannya mengecek hal yang ditanyakan Kabag Umum, tetapi selebaran yang dimaksud telah dicabut dan tidak diketahui orang yang mencabut selebaran itu. 

“Kita dihubungi pak Kabag Umum, katanya ada selebaran," ujar Martinus. 

Menurut Martinus, ia beserta beberapa rekannya security tidak mengetahui persis selebaran yang ditempel OTK tersebut.

Martinus melanjutkan, apabila selebaran tersebut ditulis dan tertanda adalah security, berarti menurutnya hal tersebut tidak hanya mencoreng nama baik Sekwan, melainkan pihaknya juga selaku petugas security di gedung DPRD Mimika.

“Ini sama saja sudah merusak kita punya nama baik,” katanya. (Markus Rahalus/Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment