Polres Merauke Fasilitasi Pelepasan Tanah Adat Perbatasan

Bagikan Bagikan


SAPA (JAYAPURA) - Polres Merauke, Polsek Sota memfasilitasi pelepasan tanah adat untuk pembangunan gedung rumah sakit di Sota, perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG).

Pelepasan tanah adat itu disertai dengan ritual pemotongan seekor ternak babi oleh pemilik hak ulayat marga Ndiken, Yahya Ndiken yang disaksikan oleh pemangku kepentingan.

Pemangku kepentingan yang hadir diantaranya Kepala Dinas Kesehatan Merauke dr Adolf JY Bolang mewakili Bupati Fredy Gebze, perwakilan tripitaka Distrik Sota, tokoh masyarakat, agama, perempuan dan pemuda setempat, kata Kepala bidang (Kabid) hubungan masyarakat (Humas) Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura, Minggu (23/7).

Kamal mengatakan pelaksanaan ritual pelepasan tanah adat itu dilaksanakan pada Sabtu (21/7) di Kampung Sota.

Berdasarkan laporan dari Kapolsek Sota Iptu Makruf Suroto, pelepasan tanah adat itu sudah melalui musyawarah dan rencana pembangunan rumah sakit, juga untuk kepentingan umum, jadi sangat baik dan sangat diperlukan guna memberikan pelayanan kesehatan yang baik lagi, sehingga warga setempat tidak jauh berobat di RSUD Merauke lagi.

"Berdasarkan laporan yang diterima, program pembangunan rumah sakit untuk wilayah perbatasan adalah program dari pemerintah pusat guna melayani dibidang kesehatan untuk warga masyarakat di daerah perbatasan dan masyarakat dari negara PNG yang hendak berobat," katanya.

Sota, kata dia, akan menjadi salah satu kawasan perbatasan yang memiliki rumah sakit rujukan bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut.

"Sudah pasti Sota akan berkembang pesat, apalagi nantinya ada rumah sakit sehingga warga yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan bisa dengan cepat terlayani, tentunya pembangunan rumah sakit itu harus didukung oleh masyarakat disana," katanya. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment