PPI Paumako Akan Naik Status Jadi PPS

Bagikan Bagikan





SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua, Drs. F.X, Mote M.,Si mengakui  hingga pertengahan 2018 mendatang status Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Paumako Mimika akan menjadi Pelabuhan Pendaratan Samudra (PPS). Wacana perubahan status tersebut telah diperbincangkan di tingkat Kementerian Perikanan dan Kelautan (Kemen KP) .

Demikian disampaikan Mote ketika  diwawancarai wartawan di Hotel  Ultima Horizon saat  menghadiri Dialog Investasi dan Temu Usaha Sektor Terpadu yang diselenggarakan DKP Provinsi,  Kamis (20/7).

Dia mengatakan, dengan adanya kenaikan status tersebut di Timika disiapkan menjadi Sentral Kelautan dan Perikanan terpadu (SKPT).

“Untuk kedepannya PPI Paumoako buklan lagi sebagai pelabuhan biasa. Tapi statusnya akan dinaikan menjadi PPS. Kita dapat petunjuk langsung dari pusat, karena memang komitmen Kemen KP  mengembangkan hasil laut dari pinggiran Indonesia,” katanya.

Mote mengakui, kenaikan status tersebut juga dilakukan sebagai persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX 2020 mendatang. Diharapkan, Pemkab Mimika melalui Eksekutif dan Legislatif serta seluruh masyarakat untuk menjalin kerja sama sebagai bentuk dukungan agar sebelum pelaksanaan PON dimulai, pintu masuk Mimika sudah dipersiapakan.

Pada saat  PON itu bukan hanya atlit yang datang, tapi ada ofisial, wasit dan penonton. Itu makanya bidang kelautan kita harus dibenahi agar bisa menjadi tambahan nilai bagi para tamu,”ujarnya.

Tahun Investasi sudah di launching oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe  2016 lalu. Sehingga dialog bagi seluruh pemangku kepentingan tetap akan dilaksanakan secara berkesinambungan hingga saat ini. Karena itu, Pemkab dan masyarakat yang bergerak dibidang usaha hasil laut, baik bersekala kecil, sedang, menengah hingga bersekala internasional bisa mengambil bagian untuk mengembangkan hasil laut untuk memanfaatkan momen-momen penting di tahun yang akan datang.

Mote menjelaskan, bagian penting dalam pengembangan hasil laut dan perikanan di Mimika harus memperhatikan nelayan-nelayan kekcil atau OAP dalam menyediakan pasar untuk mengekspor hasil tangkapan para nelayan.

“Bagai mana pun untuk wujudkan itu semua, harus ada dukungan khusus bagi nelayan-nelayan kita, agar para Investor dari luar hanya sebagai pemakai hasil nelayan, baik dalam olahan ikan kaleng dan yang lainnya,” jelasnya.

Dikatakannya yang menjadi prioritas dalam pengembangan kelautan dan perikanan di papua, memulai dengan usaha perubahan status beberapa PPI seperti, di Marauke, Timika dan Jayapura dengan status yang berbeda yakni, PPP, PPN dan PPS.

“Memang untuk kenaikan setatus ini sementara kita usahakan. Nanti di Biak itu skalanya besar, karena bukan lagi sebagai tipe A, B atau C. di Biak akan jadi PPS karena lautnya dalam,”jelasnya.

PPI Paumako kata Mote tergolong hampir memenuhi syarat untuk kenaikan status menjadi PPS.  Sebab,  petugas SKPT sudah ada, pengawasan, Satker dan telah menjadi PPI, Pabrik es dan persediaan air bersih telah memadai. Yang perlu ditambahkan ketersediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) sehingga bisa terjangkau  pengisian BBM oleh seluruh nelayan.

“Memang saat ini sudah ada pengusaha OAP yaitu, ibu Carolin yang mau membangun SPBN. Tapi tinggal hanya bagai mana menyelesaikan persoalan lahannya,”ujarnya.

Menjawab terkait investasi kelautan dan perikanan di Kabupaten Mimika, Mote mengakui,  penting untuk mencegah industrialisasi yang tidak menguntungkan masyarakat Mimika, khususnya nelayan. 
“Beberapa waktu lalu sudah terjadi pengembangan industri hasil laut oleh Mina Jaya di Biak. Ada juga beberapa perusahaan ikan keleng lainnya di Papua. Tetapi karena kita perketat, maka semuanya sudah ditutup,” ujarnya.

Menurutnya untuk menarik Investor ke Mimika telah dialakukan moratorium oleh Kemen KP akhir 2014 lalu, akan tetapi  moratorium tersebut lebih kepada pengaturan. Ia mengaku beberapa waktu lalu sudah menemui Menteri Susi Pudjiastuti di Jakarta soal di Papua akan diperhatikan khusus agar bisa mendatangkan investor bidang kelautan dan perikanan dari luar.

“Harapan kita melalui dialog investasi ini bisa menarik investor-investor dari luar agar bisa memanfaatkan kekayaan laut di Mimika,” ujarnya. (Acik).


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment