Presiden Luncurkan Program Advokasi Industri

Bagikan Bagikan



SAPA (CIKARANG) - Presiden Joko Widodo meluncurkan program Pendidikan Vokasi Industri agar para lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) selain terampil, juga dalam keadaan siap diserap dunia kerja.

"Ini dilakukan mengingat perkembangan teknologi sektor industri dalam negeri terus mengalami kemajuan," katanya di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/7).

Menurut dia, program ini juga melibatkan pondok pesantren (Ponpes). Selain itu, ia mengajak SMK di seluruh Indonesia tidak terjebak pada kurikulum lama.

Dalam hal ini, jurusan-jurusan yang sudah ada perlu pengembangan, dan dirinci sehingga lebih mudah terserap dunia kerja.

Ini dilakukan agar siswa-siswi SMK jauh lebih siap guna menghadapi tantangan dunia kerja dan dapat bersaing dengan daerah lainnya maupun negara-negara maju.

"Jangan sampai kita terjebak pada kurikulum-kurikulum lama yang kurang mendukung untuk anak didik," katanya.

Ia menambahkan bila SMK dan pondok pesantren konsisten melakukan pendidikan yang sesuai, maka akan jauh lebih berkembang.

Dalam perkembangan dunia industri pada zaman sekarang, secara kurikulum, Indonesia tidak kalah dengan negara-negara maju, tetapi, pola pengajaran dan pengembangan kerja sama dengan dunia industri harus lebih diolah, dan dikembangkan secara signifikan.

"Ini sebagai salah satu wahana atau cara terbaik dalam mengatasi masalah dunia pendidikan yang lebih dinamis dalam mempersiapkan anak didik ke dunia kerja," katanya.

Sementara itu Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, Provinsi Jawa Barat menjadi pilihan keempat setelah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Pelaksanaan program vokasi industri didasarkan pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016," katanya.

Pasalnya pada tahap Ini dan II Kemenperin telah melibatkan 167 industri dan 626 SMK untuk wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Sedangkan, untuk wilayah Jawa Barat, Kemenperin menggandeng 141 industri dan 393 SMK dengan dilakukan penandatanganan mencapai 800 perjanjian kerja sama. Adapun pondok pesantren yang diajak bekerja sama dalam program ini adalah Pondok Pesantren Nurul Iman, dan Sunan Drajat. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment