PWKI Mimika Menggelar Misa Perdana

Bagikan Bagikan
Wartawan Katolik Harus Cerdik Bukan Licik

Foto bersama PWKI Mimika dan Pastor Lambert Nita, OFM
SAPA (TIMIKA) – Panguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) Mimika, Jumat (14/7) mengadakan Misa perdana di Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan. Misa perdana PWKI Timika, dipimpin langsung oleh Pastor Lambertus Nita, OFM dan dihadiri oleh Wartawan Katolik yang berada di Kabupaten Mimika. 

Pastor Lambertus Nita, OFM dalam kotbahnya menyampaikan, tugas wartawan adalah mewartakan. Tugas ini sama dengan Pastor, tetapi bedanya seorang Pastor adalah pewarta di mimbar Gereja. Sementara wartawan tugasnya mewartakan lewat tulisan, suara, menyiarkan kejadian atau peristiwa untuk di ketahui oleh masyarakat. 

“Wartawan itu harus cerdik seperti ular, bukan licik seperti ular. Dan harus tulus seperti merpati,” ungkap Pastor Lambertus Nita. 

Lanjut Pastor, wartawan Katolik mengangkat kebenaran sesuai Iman. Sehingga dalam penulisan berita nilai Katoliknya akan Nampak. Harus menghayati, karena ini satu panggilan khusus untuk menjadi pewarta yang terjun ke hal-hal yang bahaya dan mengancam keselamatan Wartawan. 

Meskipun dunia punya hukum yang melindungi Wartawan. Tetapi kenyataannya banyak juga Wartawan yang menjadi korban dalam tugas. Terkadang Wartawan hanya dianggap pemburu berita dan disebut kuli tinta. Tetapi seandainya tidak ada wartawan, maka tidak ada berita. Dan masyarakat tidak mengetaui ada peristiwa atau kejadian apa diluar sana. 

“Bacaan hari ini sudah sesuai dengan agenda PWKI untuk melaksanakan ibadah perdana,” tambah Pastor Lambertus Nita, OFM. 

Harapan Pastor Lambertus Nita, OFM, semoga kita semua bisa sama-sama berjuang dan kegiatan seperti ini harus terus berjalan, karena ini hal yang baik. Agar kedepan wartawan Katolik bisa semakin mengukir, bukan saja kemampuan tetapi juga iman wartawan. Sehingga nantinya dengan kegiatan, seperti ini bisa menambah kekuatan rohani. 

Sementara itu perwakilan Wartawan Katolik, Ernus Supar menambahkan, PWKI sudah ada di seluruh Indonesia bahkan di luar Negeri. PWKI Kabupaten Mimika baru melaksanakan ibadah bersama, sehingga kedepan Wartawan Katolik bisa menjalankan kegiatan ini satu bulan satu kali ibadah. Karena ibadah seperti ini telah dilaksanakan oleh Wartawan Katolik di luar Timika. 

“Panguyuban ini bukan saja dibentuk untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga kita bisa saling sharing dan jalin silaturahmi antara wartawan katolik,” ungkap Ernus. (Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment