Ratusan Rumah Warga Timika Digenangi Air

Bagikan Bagikan
Kondisi Rumah di Wowor yang terkena banjir
SAPA (TIMIKA) – Hujan deras yang mengguyur Kota Timika dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini membuat ratusan rumah warga terendam air. Kondisi ini diperparahnya tersumbatnya parit dan selokan oleh berbagai jenis sampah yang dibuang warga secara sembarang.

Pantauan Salam Papua, akibat diguyur hujan semalam membuat 8 rumah belakang Wowor tergenang air. Salah satu warga Hironimus saat ditemui, Senin (10/7) mengatakan,, setiap tahun RT-nya sering mengjadi langganan banjir saat musim penghujan. Penyebabnya kolam besar yang dulunya pernah digali salah satu perusahaan di Timika tidak bisa menampung debit air. 

"Ada air meluap dari kolam dibelakang rumah-rumah warga," kata Hironimus.

Akibatnya, lebih dari 50 jiwa harus menginap di kerabat terdekat sambil mengevakusi barang-barang terendam air. 

Sementara itu Ketua RT 02 Kelurahan Kwamki Baru Yan Toffi Distrik Miru mengatakan, sudah beberapa tahun terakhir dirinya mengusulkan pembuatan drainase sepanjang 40 meter untuk mengatasi masalah ini, namun belum diakomodir pemerintah daerah.

Air hujan juga tapi juga menggenangi sebanyak 50 rumah di Kelurahan Kamoro Jaya Distrik Wania tepat dibelakang kuburan SP 1. Ketua RT 31 Rinus Tabuni mengatakan, air meluap masuk ke rumah warga  karena kali yang mengalir melewati Brigif diduga dipalang.

“Warga yang rumahnya terendam air terpaksa mengungsi ke keluarga terdekat. Warga korban banjir ini  tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Bahkan hasil perkebunan mereka juga gagal panen," jelas Ronis. 

Akibatnya akses untuk ke tempat pemakaman umum ditutup untuk sementara waktu. Ada masyarakat yang hendak memakamkan keluarganya di TPU terkendala karena banjir. Ronis meminta kepada Pemkab Mimika agar mendatangi lokasi dan melihat kondisi serta mencari solusi untuk mengatasi masalah ini.

"Ini kita palang, kita minta pemda untuk turun lihat langsung kondisi ini supaya mereka mengatasinya," pintanya. 

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengairan dan Irigasi Petrus Pali saat meninjau lokasi mengatakan, konsultan telah diutus  untuk melihat dan menawarkan solusinya seperti apa sehingga secepatnya ada penanganan, karena hal tersebut termasuk darurat. 

"Intinya kita sudah datang dan lihat untuk kita cari solusinya apakah akan di normalisasi sungai atau bagaimana, karena ini darurat. Normalisasi sungai ini menjadi prioritas utama dadi PU," kata Patrus. 

Datangi Dinas PU


Belasan warga Irigasi Dalam, tepatnya di wilayah kompleks KPR Jasti, Senin (10/7) mendatangi Kantor  Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Mimika guna menuntut Kepala Dinas PU, Ir. Robert Meyaut segera menurunkan alat berat untuk mengeruk kali disekitar wilayah tersebut sebab selama musim hujan pemukiman warga setempat  selalu digenangi air.

Perwakilan masyarakat, Samuel Anggaibak saat menyampaikan aspirasinya kepada Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas PU, Totok Suharto mengatakan, Dinas PU harus segera mengatasi persoalan  yang sedang dialami warga dengan cara segera melakukan pengerukan kali.

“Kami minta supaya DPU harus turun hari ini (kemarin Red) dan jangan ditunda lagi. Kasihan sekali kami yang tinggal di wilayah itu, kami mau tinggal aman dalam rumah tidak bisa karena rumah penuh air,”ungkapnya Samuel.

Menurut Samuel, jika Dinas PU tidak mengatasi persoalan tersebut secepatnya, maka pihaknya akan terus mendatangi dan menduduki halaman Kantor Dinas PU.  “Dinas PU harus pantau di semua wilayah sekarang terendam air dan memberi solusi untuk mengatasinya. Jangan tinggal diam saja,” katanya.

Sementara Kepala  Seksi (Kasi) Pemeliharaan DPU, Totok Suharto mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan Kepala Dinas, masyarakat diminta untuk menunggu karena Kadis PU sedang dalam perjalanan pulang menuju Timika dan jika telah sampai di Timika, maka Tim DPU pun akan segera melakukan pantauan di lokasi terjadinya banjir.

“Nanti kalau Pak Kepala sudah ada, sudah pasti akan langsung mengecek lokasi banjir. Jadi bapak dan ibu tunggu saja,” kata Totok. (Ricky Lodar/Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment