Saleh Alhamid Laporkan Oknum Perwira Polisi ke Polda

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) -  Saleh Alhamid yang juga Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Mimika melaporkan seorang oknum perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) di jajaran Polres Mimika ke Ditreskrimsus Polda Papua terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial (Medsos) Facebook. 

“Saya melaporkan dua kasus, satu laporan terkait dengan dia (oknum AKP) sebagai anggota polisi, dan tentunya ditangani oleh Propam karena melanggar kode etik. Laporan kedua masuk di Reskrimsus terkait Undang-Undang ITE,” ungkap Saleh saat menggelar jumpa pers di kediamannya, Jalan Sam Ratulangi, Jumat (7/7).

Terkait kasus yang dilaporkan ini,  Saleh meminta Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon dan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar diminta serius dalam menanganinya hingga kasus ini benar-benar tuntas.

 “Untuk itu saya meminta Kapolres Mimika dan Kapolda Papua untuk serius menangani kasus ini. Jika tidak serius saya akan menghadap Menkopolhukam. Saya akan kejar masalah ini, sampai kapanpun saya akan kejar,” ujarnya.

Saleh berkeinginan agar oknum polisi tersebut mempertanggunagjawabkan diperbuatnya, apalagi perbuatan tersebut telah mencoreng nama baik dirinya sebagai Ketua Partai Hanura beserta nama baik keluarganya. 

“Oknum perwira tersebut  harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, tidak boleh tidak. Karena banyak hal yang dia sampaikan, termasuk salah satunya berbicara dihadapan beberapa orang untuk menargetkan Saleh Alhamid tidak lagi menjadi anggota DPRD Mimika periode 2019-2024,”  tegas Saleh.

Menurut Saleh, sebagai seorang perwira polisi, mestinya oknum tersebut dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan bisa mencemarkan nama orang lain. Apalagi berkata-kata melalui tulisan di medsos yang membuat orang lain merasa terhina, tersinggung bahkan merusak nama baik keluarga orang.

Saleh mangaku beberapa hari ini hingga Jumat sore dirinya didatangi penyidik dari Propam Polda Papua untuk dimintai keterangan selaku korban sekaligus pelapor. Bahkan bukan hanya Saleh, politisi partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Markus Timang turut diambil keterangannya terkait berita yang dimuat SKH Salam Papua tanggal 5 Mei 2017 berjudul “Kembalinya Beberapa Perwira Polisi di Mimika Mengandung Pertanyaan.” 


Salah satu akun Facebook yang mengaku sebagai istri dari oknum perwira tersebut, juga melontarkan kalimat ancaman kepada oknum wartawan yang menulis berita tersebut. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Salam Papua mohon penjelasan kasusnya.
    Tidak mendetail masalah yang di muat dalam berita ini.

    ReplyDelete