Satpol PP Harus Awasi PKL di Jalan Bhayangkara

Bagikan ke Google Plus
Suasana Lalulintas di pasar lama Jalan Bhayangkara 
SAPA (TIMIKA) – Walaupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mimika telah melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Bhayangkara atau pasar lama. Namun masih perlu dilakukan pengawasan oleh Satpol PP selaku penegak peraturan daerah (Perda) dan penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

Salah satu warga, Andi yang ditemui Salam Papua di Jalan Yos Sudarso, pada Kamis (6/7) mengatakan, pihaknya sangat setuju dengan apa yang dilakukan Satpol PP untuk menertibkan PKL di Jalan Bhayangkara, khususnya di pasar lama. Hal ini sangat mengganggu arus Lalulintas, karena sering macet. 

“Di daerah tersebut sering macet, belum lagi saling bersenggolan dan ujung-ujungnya ada cekcok. Karenanya, saya setuju ditertibkan,”katanya.

Kata dia, walaupun demikian, dirinya berharap Satpol PP tidak melepas begitu saja, tetapi harus dilakukan pengawasan. Dalam arti, saat ditertibkan PKL ini mengikuti arahan. Tetapi setelah ditinggal, maka akan kembali lagi.

“Kalau tidak diawasi, maka daerah itu akan kembali semrawut di daerah tersebut,”tuturnya.

Sementara Kepala Satpol PP Mimika, Septinus Marandof saat diwawancarai di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika mengakui, bahwa aktifitas para PKL sangat mengganggu arus Lalulintas disepanjang Jalan Bhayangkara. Sehingga sering terjadi antrian dan laporan kemacetan dari pengguna jalan. 

Karenanya, dirinya sudah menurunkan anggota Satpol PP untuk turun di lapangan melakukan penertiban.

“Bagaimana pun aktifitas perdagangan itu seharunya ada tempat khusus. Tapi kalau sudah begitu suasananya sangat menganggu. Karenanya kami langsung tertibkan," ujar Septinus.

Kata Septinus, namun beberapa hari sebelum lebaran lalu, para pedagang meminta izin menggunakan bahu jalan, untuk melakukan untuk aktifitas perdagangan. Dengan perjanjian, jika  lebaran selesai, maka PKL tersebutpun akan membongkar lapak dan berhenti menjajakan dagangan.

"Memang mereka ijin, tapi hanya menjelang dan saat lebaran saja. Itu makanya sekarang kami harus membersihkan kembali tempat itu. Sudah pasti arus jalan akan normal kembali," ujarnya. 

Sementara untuk pengawasan, kata Marandof, pihaknya akan terus melakukannya, dengan menempatkan beberapa anggota Satpol PP. Dimana anggota ini akan memberikan imbauan, agar tidak sampai melakukan aktifitas perdagangan di bahu jalan. Sehingga tidak mengganggu arus Lalulintas.

“Kami akan tempatkan petugas, untuk memberi imbauan. Dan kami berharap, para pedagang mengerti dan mematuhinya. Karena ini demi keselamatan dan kepentingan bersama,”ungkapnya.(Acik)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment