Soal Fit and Proper Test Hanura Balon Gub- Balon Bupati di Pusatkan di Jayapura

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang DPC) Partai Hanura Kabupaten Mimika, Saleh Alhamid mengatakan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Provinsi Papua akan melakukan fit and ProperTest untuk Bakal Calon (Balon) Gubernur-Wakil Gubernur, Balon Bupati dan Wakil Bupati se Papua dipusatkan di Jayapura pada tanggal 27 hingga 29 Juli mendatang. Fit  and proper test itu, setelah berkas tim seleksi memverifikasi berkas. Balon Bupati Mimika  9 dari 10 kandidat yang akan mengikuti tes tersebut.

“Jadi Hanura sudah ada 9 dari 10 calon yang mengembalikan berkas,” kata Saleh saat ditemui wartawan di kediamannya di Jalan Sam Ratulangi, Jumat (21/7).

 Dia menjelaskan, dari 10 kandidat yang mendaftar, hanya 9 kandidat yang telah mengembalikan berkas ke DPC Hanura. Sehingga kandidat-kandidat yang telah mengembalikan selanjutnya akan dikirim ke Jayapura untuk diverifikasi. Namun, sebelum dikirim DPC Hanura Mimika akan melakukan pleno penetapan kandidat.

Dikatakannya salah satu kandidat yang belum mengembalikan berkas lantaran waktu yang mepet. Sehingga yang bersangkutan tidak bisa memenuhi persyaratan yang ditentukan  partai.

“Satunya itu sampai saat ini belum kembalikan berkas atas nama Pak Roberto Waorapea,” katanya.

Diakuinya 9 berkas yang telah dikirim ke Jayapura sekalian dengan undangan yang ditujukan ke 9 kandidat mengikuti fit and Propert test Pada saat itu,  nantinya dihadiri DPC, DPD, DPP. Pihak DPD  akan melakukan tes bagi kandidat Balon Bupati dan wakil Bupati. Sedangkan dari DPP Hanura yang nantinya akan melakukan tes kepada Balon Gubernur dan wakil Gubernur.

“Nah berkas yang kita kirim itu akan ada seleksi berkas termasuk undangan fit and proper test bagi kandidat-kandidat, tapi nanti DPC akan pleno dan akan menyampaikan ke DPD untuk ikut  fit and proper test yang dihadiri oleh DPC, DPD, dan DPP karena itu melibatkan Balon gubernur dan wakil gubernur,” akunya.

Dia menyebutkan, dari ke sembilan kandidat yang mengikuti fit and Proper test, nanti akan dipilih 3. Ada 3 kandidat, pasalnya mengingat dalam berpolitik bisa saja ada kandidat yang mengundurkan diri dan sebagainya sehingga diperlukan 3 sambil menunggu keputusan terakhir dari DPP.


“Yang lolos fit and proper test itu hanya ada 3 besar karena dikhawatirkan yang 3 besar ini ada masalah di kemudian hari atau mengundurkan diri. Sehingga keputusan tunggal nanti ada di DPP kepada kandidat yang mempunyai elektabilitas,” ujarnya. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment