Staf Pengelola Aset Ikut Pelatihan Perhitungan Aset

Bagikan ke Google Plus

SAPA (ASMAT) — Para Kepala Sub Bagian (Kasubag) keuangan, bendahara barang dan operator sistem manajemen barang dan kekayaan daerah (Simbada) dari segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asmat, mengikuti pelatihan perhitungan penyusutan aset daerah selama tiga hari, sejak Senin 17-19 Juli 2017.
Selain pelatihan perhitungan aset, juga dilaksanakan pelatihan penyusunan neraca berbasis akrual serta penyelesaian tindak lanjut LHP BPK-RI terhadap LKPD khusus aset dan persediaan OPD.
“Pelatihan ini oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Asmat, dan dilaksanakan selama tiga hari di aula BPKAD,” kata Kepala Bidang Aset Daerah BPKAD Asmat, Rudolfus D. Noviarto, Senin (17/7).
Kata Rudolfus, selama dua hari kegiatan terdapat sembilan materi yang secara khusus membahas aset-aset daerah, persediaan, kapitalisasi dan extra comptable. Setelah pemberian materi, akan dilanjutkan dengan praktek perhitungan secara manual maupun secara sistem.
“Perhitungan manual itu maksudnya dilakukan crosscheck apakah sistem sudah betul atau belum. Sebaliknya perhitungan sistem juga begitu. Hari ketiga itu materi tentang neraca berbasis akrual,” terangnya.
Diharapkan, bendahara barang dan operator Simbada dari setiap OPD mampu melakukan perhitungan secara manual dan sistem terhadap semua aset bergerak maupun tak bergerak berdasarkan azas manfaat.
“Masa yang dilewati dalam hitungan azas manfaat aset-aset itu adalah dua tahun. Diharapkan melalui pelatihan ini, mereka bisa menertibkan aset-aset sekaligus menginventarisirnya” ujar dia.
Setelah OPD melakukan perhitungan baik secara manual maupun sistem dan membuat laporan, selanjutnya BPKAD akan melakukan rekonsiliasi atau pencocokkan fisik aset-aset dan persediaan yang ada di setiap kantor pemerintahan setempat.

“Nanti berdasarkan laporan itu, kami cek di lapangan. Pengecekan secara berkala per tiga bulan. Selanjutnya juga, pada akhir tahun kami memeriksa hasil inventarisasi fisik di setiap OPD. Ini untuk mengetahui persediaan akhir per 31 Desember,” terangnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment