Sudiro Tak Lagi Ditahan

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) – Ketua PUK SPKEP SPSI PTFI, Sudiro yang menjalani persidangan dengan kasus dugaan penggelapan, kini sudah tidak ditahan. Hal ini dikarenakan masa penahanan Sudiro sudah habis sejak 1 Juli 2017 lalu.
Humas Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika, Fransiscus Y Bapthista, SH., MH saat ditemui Salam Papua di PN Kota Timika, Senin (17/7) mengatakan, pada sidang beberapa waktu lalu diajukan pengalihan tahanan dari ruang tahanan (rutan) ke tahanan kota, dan Majelis Hakim menyetujuinya. Namun yang perlu diketahui, untuk penahanan Sudiro sudah berakhir sejak 1 Juli 2017. Dengan demikian, dikatakan, tidak ada lagi melekat penahanan apapun terhadap Sudiro, karena waktu penahanan dari Majelis Hakim mulai dari 30 hari sampai 60 hari telah habis. Hal tersebut telah diatur dalam Pasal 29 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
“Jadi Sudiro mulai 1 Juli 2017 kemarin sudah tidak dilakukan penahanan. Karena waktu penahanan yang diberikan sudah habis, dan secara otomatis Sudiro bebas terhadap penahanan yang melekat pada dirinya,” kata Franciscus.
Meski tak lagi ditahan, Sudiro tetap menjalani proses persidangan dengan kasus dugaan penggelapan yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).  
“Sampai saat ini Sudiro masih menjalani persidangan yang didakwakan oleh JPU,” ujarnya.
Sementara itu disinggung apakah Sudiro tidak di ajukan penambahan penahanan, Fransiscus menerangkan, mengingat pasal yang didakwakan kepada Sudiro dibawah sembilan tahun, sehingga perkara yang ancamannya dibawah sembilan tahun tidak bisa dilakukan permintaan ataupun permohonan perpanjangan penahanan ke Pengadilan Tinggi. Tetapi jika lebih dari sembilan tahun, maka sesuai dengan Pasal 29 KUHAP pihaknya bisa mengajukan ke Pengadilan Tinggi. Dimana Pengadilan Tinggi bisa memberikan dua kali penambahan penahanan, yang pertama 30 hari dan kedua juga 30 hari.
“Pasal penggelapan ini ancamannya di bawah sembilan tahun, maka otomatis tidak bisa diajukan penambahan penahanan lagi,” terangnya.
Sampai saat ini, pihaknya mengapresiasi Sudiro karena selalu mematuhi jadwal persidangan yang telah ditetapkan, walaupun sudah tidak ada penahanan yang mengikat pada dirinya. Selain itu, jalannya persidangan juga tertib dan aman.
“Kami apresiasi dengan Sudiro, karena masih menjalani persidangan sesuai jadwal, walaupun sudah tidak ada penahanan yang mengikat. Dan kami juga ucapkan terimakasih kepada pendukung Sudiro yang telah mengikuti persidangan dengan tertib,” katanya.
Ia menambahkan, sampai saat ini persidangan dengan terdakwa Sudiro masih dalam tahapan pemeriksaan saksi.
“Sampai saat ini sudah ada 17 saksi. 13 dari JPU dan empat dari kuasa hukum terdakwa. Dan rencananya dari kuasa hukum akan mendatangkan saksi ahli,” ungkapnya.
Dalam perkara ini, Sudiro didakwa menggelapkan iuran organisasi yang dipimpinnya sebesar Rp3,3 miliar yang mestinya disetor ke PC SPSI Kabupaten Mimika. Sudiro dijerat Pasal 374 KUHPidana jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman lima tahun penjara. (Uji)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment