Tajuk : Apa pun Masalahnya Insentif Harus Dibayar

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
AKSI demo para guru honorer sudah memasuki hari keempat hari ini. Pintu Kantor Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Mimika masih digembok oleh para pendemo. Dengan demikian, bisa dikata kalau sampai pagi hari ini belum dibuka, maka sudah empat hari Kepala Dispendasbud dan semua PNS di kantor tersebut tidak masuk kerja. Pertanyaannya, sampai kapan kondisi demikian harus terjadi?

Pertanyaan lain yang bisa dijadikan pintu pembuka bagi solusi permasalahan ini adalah, atas perintah siapa guru-guru honor yang sekarang melakukan aksi demo ini pergi mengajar satu tahun lalu, enam bulan lalu atau tiga bulan lalu? Apakah atas kemauan sendiri? Ini tidak mungkin, karena untuk sampai ke sekolah tempat mengajar, terlebih di daerah pegunungan atau di pedalaman pesisir, butuh biaya untuk transportasi, siapa yang menanggung biaya ini? Para guru pun butuh kepastian biaya hidup selama mengajar, lalu siapa yang memberi kepastian soal biaya hidup ini? Tanpa biaya transportasi dan biaya beli kebutuhan hidup selama di tempat mengajar, tentu para guru honor ini tidak akan mau, bahkan tidak bisa ke tempat mereka mengajar.

Apakah para guru honor ini ke tempat pengabdian atas perintah dan biaya dari yayasan? Kalau jawabnya ya, dan hal itu terjadi tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari Dispendasbud maka yayasan yang harus bertanggung jawab terhadap masa depan, termasuk biaya hidup para guru ini. Tapi kalau dengan sepengetahuan dan persetujuan dari Dispendasbud, maka tidak ada pilihan lain, Dispendasbud harus membayar dana insentif yang dituntut para guru honor ini, walau itu melanggar atau tidak sesuai dengan SK Bupati Mimika. Bahasa kasarnya adalah, enak saja suruh anak orang pergi mengajar di kampung-kampung pedalaman yang hidupnya serba susah, dengan tinggal di rumah yang seadanya, makan apa adanya, tertutup dari dunia luar, baru tidak diberi insentif.

Apa pun masalahnya, para guru honor ini sudah melaksanakan tugasnya mendidikan dan mencerdaskan anak-anak Papua di kampung-kampung pedalaman, dan mereka berhak mendapatkan insentif, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian serta penghargaan atas jasa mereka. Tidak bisa hanya karena tidak sesuai SK Bupati Mimika, lalu hasil kerja mereka tidak dihargai, atau dianggap tidak ada.

Coba saja Kepala Dispendasbud, atau para pejabat di lingkup Pemkab Mimika, termasuk Sekda, Wakil Bupati dan Bupati sendiri, berada di posisi para guru honor ini, apakah mau, rela dan dengan suka hati menerima bila tidak ada insentif sebagai  kepedulian dan perhatian serta penghargaan atas jasa sudah mengajar di kampung-kampung terpencil? Tentu saja tidak. Jadi jangan sampai kalau itu terjadi pada diri Anda, Anda tidak terima, sementara kalau terjadi pada orang lain (guru honor), Anda memaksakan harus terima. Ini tindakan yang tidak adil dan tidak sesuai kehendak Tuhan.

Kalau pun, para guru honor ini bekerja hanya atas perintah yayasan, maka harus dicarikan kebijakan sebagai solusi terbaik, agar insentif para guru honor ini bisa dibayar, tanpa melanggar SK Bupati. Ingatlah bahwa pendidikan di daerah ini tidak sepenuhnya ditangani pemerintah, tapi juga yayasan. Bahkan peran yayasan dalam memajukan pendidikan di daerah ini sangat besar dan ini tidak boleh dipungkiri, apalagi dikhianati oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan. Ingatlah bahwa sebelum pemerintah secara sah hadir di daerah ini, yayasan sudah hadir dan mendidikan masyarakat di daerah ini. Bahkan dari hasil didikan yayasan, banyak orang yang saat ini menduduki jabatan tinggi.

Para guru honor kini hanya bisa berharap pada Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE, MH yang dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini. Ingatlah bahwa karena jasa guru, Anda-anda sekarang menduduki jabatan saat ini. Guru jugalah yang sekarang mendidik anak-anak Anda untuk kelak menjadi orang berguna di kemudian hari. Jadi dalam kondisi apa pun, jangan cepat mengambil langkah dengan dalil apa pun yang sifatnya menyusahkan kehidupan guru. Guru telah membuat Anda pintar karena itu tunjukkanlah kepintaran Anda, mendapatkan solusi terbaik agar tidak menyusahkan kehidupan guru, baik itu guru (PNS) atau guru honor. (yulius lopo)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment