Tajuk : Diuji Kecekatan Dan Kepastian Aparat Penegak Hukum

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
Keberhasilan aparat penegak hukum menangkap pelaku pencurian sepeda motor, Selasa (11/7) kemarin patut diacungi jempol. Apresiasi yang sama pula pula terhadap peristiwa yang sama 28 Desember 2016 lalu. Polisi berhasil menangkap empat pelaku kejahatan pencurian motor. Keberhasilan itu menggembirakan warga masyarakat. Setidaknya, aparat penegak hukum memperlihatkan kecekatan dan aparat mempertontonkan sebuah kepastian bahwa aparat lebih lihai dibanding pelaku kejahatan. Para pelaku kejahatan pun semestinya bertobat dan tidak akan melakukan tindakan yang sama. Karena, ibarat pepatah sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. 

Tampaknya untuk memerangi pelaku kejahatan, terutama pelaku pencurian tidak cukup aparat diuji ketangguhannya melawan pelaku kejahatan. Dan membekali mereka  dengan kecekatan dan kepastian sarana dan prasarana penunjang dengan menggunakan teknologi tinggi untuk memudahkan penangkapan pelaku kejahatan. 

Semestinya, pemerintah daerah ikut bertanggung jawab dengan memastikan warganya tidak ada yang menganggur. Pemberdayaan terhadap warga masyarakat dalam bidang ekonomi dan mencerdaskan warga lewat pendidikan harus menjadi prioritas. Pemerintah daerah harus bisa memastikan dan memperbaiki sistem administrasi dan pengawasan untuk mencegah terjadinya penyimpangan. Meningkatkan penyuluhan hukum bagi warga masyarakat. Dan yang tidak kalah penting menambah personil kepolisian untuk merespons tindakan represif dan preventif. Mendorong warga masyarakat memiliki ketangguhan dalam hal moral dan profesionalisme bagi para pelaksana penegak hukum. 

Kita tidak bisa dan senantiasa menguji kecekatan anggota aparat penegak hukum hanya mengandalkan keberanian mereka melawan pelaku kejahatan. Pemerintah dan warga masyarakat harus ikut berperan aktif menciptakan hidup yang tertib. Bila perlu, warga segera melaporkan warganya yang dicurigai sebagai aktivis pelaku kejahatan.  

Pemerintah mesti menyediakan dan membuka luas lapangan pekerjaan bagi warganya. Warga masyarakat yang tidak memiliki skill atau ketrampilan disediakan tempat pelatihan tenaga terampil. Sehingga, mereka bisa mudah mengisi kesempatan dan peluang membuka usaha sendiri. Jika balai pelatihan seperti itu disediakan, hampir pasti pelaku kejahatan bisa ditekan dan diberantas. 

Jangan kita menguji kecekatan dan kepastian aparat penegak hukum memberantas pelaku kejahatan hanya dengan jempol saja dan memberikan apresiasi yang tinggi. Karena kebiasaan seperti itu tidak cukup kalau tidak diikuti dengan kebijakan kengkrit dari pemerintah membuka lapangan kerja bagi warga masyarakat. Dan warga dibekali dengan berbagai ketrampilan yang memadai. (Red) 
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment