Tajuk : Kepala Suku Bangun Hidup Cinta Damai

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
Luar biasa! Itu kata yang tepat bagi saya dan harap juga bagi para pembaca  untuk mengapresiasi kreativitas  tujuh kepala suku besar pegunungan tengah yang bernaung dalam wadah Pusat Pengendali Masyarakat Adat Pegunungan Tengah Papua (P2MA-PTP.  Bagaimana tidak! Mereka secara kasat mata, boleh jadi tidak pernah menikmati pendidikan tinggi. Apa lagi menyandang gelar berderet-deret. Uniknya, mereka mampu menggugah dan menginspirasi banyak pihak dengan perjuangan membangun fondasi dan konstruksi hidup cintai damai di Kabupaten Mimika sebagaimana yang diberitakan  “SKH Salam Papua”, topik utama  edisi hari ini.

Malu rasanya, para pejabat teras negeri ini, baik dalam birokrasi pemerintah, TNI,  Polri, Kontraktor, Freeport, aktivis lembaga swadaya masyarakat, Kepala suku dari berbagai Paguyuban dan  semua elemen warga masyarakat Kabupaten Mimika yang menetap di Kota Timika bila tidak menyambut, mendukung serta satu tujuan  mewujudkan cita-cita P2MA-PTP itu. 

Dari tatapan mata dan kedalaman jiwa yang menggelora dalam ekspresi bahasa tubuh mereka, dalam rapat persiapan pendeklarasian dan pelantikan pengurus P2MA-PTP memperlihatkan sikap yang gigih. Kalaupun mereka ditolak menggapai tujuan itu. Mereka berani merasakan penolakan sebelum meraih kemenangan besar. Tampak para tokoh itu memiliki mental pejuang dan petarung yang tidak mau mengalah sebelum bertarung. 

Mari, kita mendukung dan memberikan penghargaan terhadap perjuangan P2MA-PTP ini. Karena, mereka telah mengorbankan waktu, pikiran dan energy bagi kepentingan masyarakat banyak di Kabupaten Mimika. Mereka tidak berjuang bagi warga dan sesukunya. Mereka rela berkorban bagi semua orang dan mengabaikan kepentingan keluarga dan hidupnya sendiri. Apa kita tega! Mari….! Kita mendukung dan memberikan perhatian dengan cara kita masing-masing. Kalaupun bukan dalam bentuk materi. Mungkin cukup dengan sunyuman manis. Mereka pasti merasakan kepuasan dan merasakan senyuman itu lebih berharga dari intan berlian dan emas ketika  berpapasan dengan mereka. Apa lagi dalam bentuk doa pasrah dan memohon  mereka tetap sehat walafiat.

Para pengurus P2MA-PTP jika sudah mengibarkan bendera perjuangan dan memutuskan untuk mencapai tujuan harus bersedia menjadi seorang pejuang. 

Memang! Anda semua adalah pejuang. Pejuang yang tidak akan pernah berhenti untuk berjuang. Meski perjuangan ini tidak akan mudah tetapi layak dilakukan. Karena para pejuang tidak pernah merasakan kelelahan sebelum meraih kemenangan dan dijuluki pemenang. (Red) 

Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment