Tajuk : Menanti Keajaiban MenertibkanTaksi Gelap

Bagikan Bagikan
Kami sama sekali tidak bermaksud menyepelekan semua upaya dan niat baik instansi tertentu menertibkan para pemilik taksi gelap. Tentu, ketulusan dalam memberantas ruang gerak pemilik taksi gelap patut diapresiasi. Walau penghargaan itu terlalu awal menyampaikannya sebelum tindakan kongkrit dilakukan. Sebab, tidaklah sedap membatasi semua upaya baik, meski sebatas wacana dan rencana. Paling tidak omelan awal ini sebagai isyarat melawan lupa. Karena warga Mimika sedang menanti, upaya setiap instansi yang mendapat amanah tidak hanya sebatas bicara.  Sebelum warga menilai penertiban taksi gelap sama dengan sicebol merindukan bulan jatuh dari langit.
Jika itu terjadi! Topik menanti keajaiban menertibkan taksi gelap sangat tepat disematkan kepada para penggagas yang hendak memberantas kelompok yang mengais rezeki dalam kegelapan. Sebab realita yang terjadi, para pemilik taksi gelap bukan harta benda kaum papa. Konon pemilik taksi gelap rata-rata dari kaum elit yang berstatus mumpuni di birokrasi. Pemilik taksi gelap milik para pengawal dan pelindung rakyat. Pemilik taksi gelap milik kontraktor penyokong penguasa, pengawal dan pelindung rakyat.
Lebih dasyat! Pemilik taksi gelap milik para pemberi izin yang berlindung dibalik aturan dan hukum. Pemilik taksi gelap milik kelompok tim sukses penguasa wilayah. Jika...., realita seperti ini yang terjadi! Siapa yang masih memiliki keberanian menembusi tembok-tembok itu?” Strategi apa yang bisa dilakukan?” Sehingga kita gampang meluluhkan hati kelompok tersebut. Sebab, bukan rahasia lagi pepatah kuno yang masih segar dalam ingatan kita. Kasus seperti ini selalu “Ibarat maling teriak maling. Maaf..., kalau terlalu berlebihan.
Setidaknya kosa kata yang bernada sarkasme seperti itu menjadi obat kuat menambah keberanian. Obat menguras isi otak mencari solusi dan strategi memasang perangkap menangkap gembong yang memberikan izin dan yang membengking pengoperasian taksi gelap. Sebab, kalau kita tidak mulai kapan lagi. Kalau dibiarkan terus mereka beraksi. Mereka bertambah semangat dan berada diatas angin. Kita berjuang dan berusaha sebisa kita dari pada sama sekali tidak berusaha.
Mungkin saran sederhana, Dishubkominfo mengundang semua ketua-ketua paguyuban, tokoh pemuda, perempuan,agama, masyarakat dan kelompok swadaya masyarakat duduk satu meja merencanakan penertiban taksi gelap. Supaya kelompok ini menjadi garda terdepan membongkar dan menertibkan taksi-taksi gelap atau mobil rental yang berstatus ilegal di Kota Timika. Dan kita hindari mempercayakan kelompok superbodi ikut terlibat. Bisa jadi dibalik kelompok ini ikut berperan melindungi aktivitas pemilik taksi gelap. Semoga Sukses! (Red)
 









Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment