Tajuk : Mengejar Kepuasan Dalam Kecerobohan

Bagikan Bagikan
Karikatur
Para guru honor yang sedang berdemo di Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten  Mimika  hari-hari terakhir ini, ibarat mengejar kepuasan dalam wilayah kecerobohan. Sebaliknya, Kepala Dispendasbud mempertahankan aturan sebelum mengalami ketidak-aturan dan kecerobohan.  Biasanya para pemimpin yang bijak dan efektif, pemandu aklak dan moral menangani masalah sudah mengecap banyak kekalahan yang menyakitkan. Meresapi kepuasan sesudah merasakan kelaparan. Jika itu yang terjadi bagaimana kita merasa benar sebelum mengetahui kesalahan. 

Sayang seribu sayang! Para guru honor yang menuntut hak dan ingin menikmati rasanya kepuasan dari dana insentif pula terpaksa melucuti eksistensi sebagai suluh menerangi kegelapan dalam pendidikan digadai. Pejabat yang diberi wewenang pun lebih mempertahankan harga diri berenang dalam lautan isu yang memilukan hati. Karena baik guru honor yang berdemo dan mereka yang diberi wewenang sama-sama mengejar kepuasan dalam kecerobohan. Meskipun institusi pembentuk aklak dan moral dipertaruhkan dan menggadaikan prestise dan julukan pahlawan tanpa jasa.

Sebaiknya, mari kita belajar menjadi orang yang memiliki mental pemenang setelah merasakan lumpur kekalahan. Mengejar kepuasan setelah merasakan kelaparan sambil mencari tempat atau meja  untuk duduk bersanding memecahkan persoalan yang sesungguhnya. Supaya, warga masyarakat bisa menyaksikan institusi pendidikan yang memancarkan nilai  pencerahan aklak dan moral tidak ternoda.  Siswa-siswi yang menyanyikan lagu himne guru sebagai pahlawan tanpa jasa menyebarkan aroma keharuman. 

Ingat! Mengejar kemakmuran juga dapat menyebabkan kehancuran. Belajar saja dari tim olah raga yang dikalahkan oleh lawannya yang lemah. Sejarah banyak mencatat institusi atau lembaga yang kuat runtuh pada saat mereka berada di atas puncak kesuksesan. Kesuksesan bisa menjadikan anda terbuka untuk diserang oleh kehancuran pada saat yang tidak anda perkirakan.

Apa bila kita adalah salah satu dari sedikit orang yang bisa merasa puas sebelum berada di puncak kesuksesan, kita harus berusaha menggapainya. Karena kita akan menjadi beban bagi masyarakat dan akan menyakiti orang-orang yang ada di sekitar kita sebelum kita berhasil. Jadi, ketika kita ingin hidup dengan kemenangan-kemenangan kecil, kemungkinan besar kita hanya akan mengalami kekalahan-kekalahan kecil. Andai ini adalah bagian dari kebiasaan kita dalam hidup sehari-hari, jangan mencoba melakukan sesuatu yang lain. Karena kita akan binasa oleh tukak lambung dan serangan jantung. (Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment