Tajuk : Sindrom Banjir dan Dana Insentif

Bagikan Bagikan
PEMIMPIN bijak dan tegas akan mencegah terjadinya bencana dan menghindari bencana-bencana selanjutnya. Mereka pula setia mempelajari setiap peristiwa yang meresahkan warganya. Memiliki sikap empati ketika menyaksikan warga masyarakatnya  menangis dan galau tentang anak-anak mereka yang buta aksara. Memotivasi para petani yang meratap tanaman perdagangan terendam banjir. Dan mereka setia mendendangkan lagu harapan menghibur orang tua yang menggendong anak-anak sakit dari dampak pasca banjir. Mereka sangat takut atau sindrom menyaksikan warga mendendangkan lagu ratapan siang dan malam menanti fajar. 

Para pemimpin bijak tidak pernah “puas diri” ketika semua persoalan teratasi. Mereka selalu haus berbagi kasih dan bermohon sambil tepekur disingga sana altar Tuhan berharap bermanfaat bagi masyarakat banyak. Peringatan banjir yang melanda Kota Timika hari-hari terakhir ini harus segera ditanggapi, sebelum lautan manusia menuntut kepastian kepada pemerintah kapan diatasi. Dan pekikan kemarahan para guru honor berharap dana insentif dibayarkan dengan cara menggembok pintu kantor sebuah isyarat,  saraf kesadaran mereka sudah memuncak. Peringatan itu sebuah tanda dan isyarat  serangan berikutnya akan mematikan. 

Kita semua mesti sepakat tidak akan pernah terjebak pada hal yang sama. Jika, ya! Maka harga yang harus kita bayar akan sangat mahal. Kemampuan menangani krisis harus dimiliki oleh siapa pun yang menduduki posisi amanah rakyat sebagai pemimpin.  Dan para pemimpin belajar mengambil hikmah dari sebuah pelajaran kasus masa lalu untuk melakukan antisipasi sebelum situasi berubah menjadi krisis dan warga masyarakat liar mencari cara yang pintas. Berapa banyak pelajaran berharga selama ini yang tidak perlu terjadi dan sebenarnya akibat dari para pemimpin sibuk siang malam mencari kesenangan sendiri.

Pesan-pesan diatas akan bermanfaat bila kita belajar menjadi manusia yang haus berbagi kasih dan takut atau sindrom terhadap masalah yang berdampak pada masalah yang berkepanjangan. Karena setiap pemimpin yang bijak akan menolong kita untuk keluar dari masalah seperti banjir dan masalah dana insentif. Kita mesti belajar banyak faktor di dunia ini yang tidak bisa kita kendalikan, supaya kita terlepas dari banyak masalah. 

Tidak ada salahnya kita berusaha menghindari dari krisis dan lebih bijak bagi kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. Sindrom banjir dan dana insentif adalah peringatan bagi siapapun untuk menghindari bencana banjir dan mencari solusi membayar hak-hak guru honor yang menuntut pembayaran dana insentif sebelum serangan dan wabah kebodohan merasuki otak para guru honorer itu menyusun strategi mematikan. (Red) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment