Tim Pengendali Inflasi Bakal Tertibkan Harga di Asmat

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) — Harga sejumlah bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Asmat, belakangan ini terus merangkak naik. Kenaikan harga barang memicu inflasi di kabupaten tersebut.
Menyikapi hal itu, Rabu (19/9), pemerintah setempat melaksanakan rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang melibatkan kepolisian dan segenap organisasi perangkat daerah (OPD).
“Rapat ini terkait harga-harga barang yang melambung dan mengakibatkan inflasi yang tinggi. Maka perlu pengendalian harga-harga dalam waktu dekat,” kata Asisten I Setda Asmat, Yustus Kakom dalam rapat itu.
Menurut Kakom, Tim Pengendalian Inflasi Daerah terbentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 538 tanggal 10 Mei 2017. Bupati Elisa Kambu dan Wakilnya, Thomas Eppe Safanpo sebagai pengarah tim itu.
Yustus Kakom mengatakan, kenaikan harga sembako dan BBM dikeluhkan masyarakat. Pemerintah daerah tidak menutup mata terkait persoalan tersebut. Pemerintah akan mencari solusi untuk menekan disparitas atau kesenjangan harga, dan melakukan pengendalian.
“Ada juga laporan selisih harga di sejumlah tempat usaha dan pasar. Memang beberapa waktu lalu Dinas Perindagkop sudah melakukan operasi pasar. Tapi harga-harga barang masih saja setinggi langit,” katanya.
Untuk menekan harga barang, pemerintah setempat akan fokus terhadap beberapa hal, di antaranya menggerakkan koperasi ASN, menjual barang kebutuhan masyarakat sesuai standarisasi harga, melakukan pertemuan dengan sejumlah pelaku pasar dan melakukan penertiban.
“Juga akan melakukan razia terhadap barang kadaluwarsa. Harga BBM eceran juga masih tinggi, untuk itu akan ditetapkan batas tertinggi harga BBM eceran,” katanya.
Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah dihadiri Asisten II Setda Siprianus Timmy, Wakil Kepala Polres Asmat Kompol Sam Mamisala dan sejumlah pimpinan OPD.
Beberapa waktu sebelumnya, Bupati Elisa Kambu mengatakan pemerintah setempat bakal menambah sub-sub penyalur BBM subsidi di Asmat. Hal itu untuk mewujudkan program BBM Satu Harga di Papua yang dicetuskan Presiden Joko Widodo.
Kata bupati, baru lima sub penyalur BBM di Kabupaten Asmat. Jumlah tersebut menurutnya masih sangat kurang, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di daerah pedalaman.
“Ini untuk mencegah kelangkaan dan menekan harga BBM yang begitu tinggi di pedalaman, seperti di Distrik Pantai Kasuari, harga bensin Rp15.000-Rp20.000 perliter,” ujarnya. (Nuel)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment