Umat Muslim Harus Jadi Pelopor Toleransi

Bagikan ke Google Plus
KH.Muhammad Zainul Majdi
SAPA (TIMIKA) - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), DR.TGB.KH.Muhammad Zainul Majdi, Lc,MA (Tuan Guru Bajang) mengatakan, umat Muslim Mimika harus bisa menjadi pelopor toleransi bagi sesama masyarakat di Kabupaten Mimika, baik sesama Muslim atau pun non Muslim agar kerukunan antar umat beragama, adat istiadat bisa terjalin baik sehingga hidup pun menjadi damai.

"Karena bagaimana pun di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung. Selama kita ada dan menjadi Masyarakat Mimika, berarti kita harus bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan dengan cara ikut menjaga keamanan,"ungkap Zainul usia mengahdiri acar Dialog Lintas Agama di Hotel Horizon, Jalan Hasanuddin, Jumat (14/7).

Menurut Zainul, dirinya mengetahi Mimika merupakan salah satu daerah di wilayah timur Indonesia yang tingkat toleransinya sangat tinggi. Zainul mengatakan, masyarakat di Mimika hadir dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda, namun tingkat toleransinya tergolong tinggi, dimana meski berbeda suku dan keimanan namun, mampu hidup damai.

"Saya susah tahu kalau masyarakat Mimika ini terdiri dari berbagai perbedaan yang secara manusiawi tidak mungkin disatuhkan, namun dikarenakan mampu mengimplementasikan perbedaan-perbedaan itu sebagai perekat kebersamaan maka Mimika aman,"ujarnya.

Terkait hal tersebut, dirinya mengatakan, umat muslim harus terus bisa berkontribusi dalam meningkatkan perdamaian dan ikut menjaga keamanan di setiap wilayah hukum.

Diakuinya, perdamaian bukab merupakan suatu hal yang sulit terwujud jika mampu merangkul sesama dari berbagai perbedaan sebab, perbedaan itu merupakan warna yang memberi keindahan dalam kebersaman.

Dirinya mengakui, meski di daerah lain selalu terjadi persoalan yang membawa dampak negatif yang menciptakan permusuhan antara suku, ras dan membawa nama agama, namun hal tersebut harus dijadikan musuh bersama sehingga Mimika tidak terkontaminasi dengan hal serupa.

"Biarkan saja kalau di daerah jawa atau yang lainnya terjadi saling hujat-menghujat, tapi kita di Mimika harus terus berbagi kasih. Saya bangga dengan keanekaraganan budaya di Mimika,"tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment