Usaid Gelar Pelatihan Susun RPJMK 10 Kampung

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Usaid Lestari  melakukan sosialisasi terkait dengan Rencana Penyusunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK)  untuk 10 kampung dari Distrik Jita selama dua hari. Pelatihan penyusunan RPJMK 10 kampung itu berlangsung di Hotel Serayu, Selasa (25/7).
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dalam sambutannya yang diwakili Asisten III Setda Mimika, Lopianus Vaukubun mengatakan, dalam Undang-Undang Desa sangat penting peran dari desa. Dalam otonomi desa saat ini sesuai amanat undang-undang desa memberikan kewenangan khusus kepada desa mengatur otonomi sendiri dalam pembangunan kampung.
"Jangan besar hati dan evoria dengan kewenangan besar yang dimiliki kampung. Karena kewenangan itu dikuti dengan tanggung jawab dan akuntabel dalam pertanggung jawaban keuangan desa atau kampung,” katanya.
Ia mengingatkan penetapan Distrik Jita dipilih untuk yang mengikuti RPJMK  ini, karena Distrik Jita berada dalam kawasan hutan lindung. Sehingga, Kepala Kampung dan warga masyarakat ikut bertanggung jawab dan memelihara dan melestarikan hutan lindung.
Pengelolaan hutan, kata Lopianus di kawasan hutan lindung harus dikelola baik sesuai dengan norma dan aturan-aturan. Karena pengelolaan hutan di area hutan lindung ada payung hukum yang perlu dipatuhi semua stakholder dalam mengelola hutan masyarakat yanga dilindungi. “Jangan dengan kewenangan undang-undang desa bisa membuat hal-hal yang menjeratkan masyarakat sendiri,” katanya.
Rencana Peyusunan Jangka Menengah ini merupakan dokumen dari perencanaan yang nantinya akan menjadi alat atau instrumen pengendali bagi masyarakat yang ada di wilayah Distrik Jita.
"Masyarakat juga tidak boleh mengeksploitasi hutan lindung dengan sembarangan. Maka  pemerintah Distrik Jita harus mengikuti pelatihan ini dengan seksama bersama-sama dengan Usaid Lestari dan Badan Pemberdayaan Masyarakat untuk menyusun  RPMJK.  Semua ada aturannya, siapa buat apa dan siapa bertangung jawab apa dan dimana hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, dimana yang bisa dilakukan akan dibuat dalam dokumen RPMJK," ujarnya.
Doktor Dendy Sofyandi, Koordinator Kegiatan RPJMK mengatakan, kegiatan RPJMK merpakan kerja sama antara pemerintah Pusat dan Amerika degan beberapa Kabupaten di Papua diantaranya, Kabupaten Mimika, Asmat, Mapi, Boven Digul dan Kabupaten Jayapura. Selain itu, juga di daerah lain, diantaranya Kalimantan dan Aceh.

Terkait dengan kegiatan RPJMK Usaid Lestari di Timika yang mana mengajak pemerintah daerah bagaimana meningkatkan sumber daya di Kampung. Terutama terkait dengan penyusunan rencana kerja di Kampung.
Perlu diketahui saat ini sudah sangat fimaliar denggan Undang-Undang Desa. Dengan adanya Undang-Undang Desa, untuk prasarana dan sarana juga pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
"Konsentrasi Usaid Lestari di Timika adalah untuk sumberdaya alam dan suberdaya alam dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Terkait RPJMK kita semua tahu penyusunan RPJMK yang pertama sumber daya manusianya, sehingga dalam penyusunan rencana kerja di Kampung dapat berjalan dengan baik," katanya.
Selain itu penguatan kebijakan dan kelembagaan, organisasi Kampung (Pungdes), liberasi keuangan. Karena semua penyusunan dokumen-dokumen saling terkait, dimana mulai dari perencanaan, implementasi, monitoring bahkan sampai pada evaluasinya.
Terkait dengan liberasi keuangan dimana pada Desember 2016 Mendagri telah mengeluarkan surat keputusan bahwa pengawasan RPJMK terkait dengan dana desa suda ada pengawasan dari Mendagri yang mana disebut dengan aparat pengawasan interen pemerintah.
"Untuk itu aparatur Kampung lebih hati-hati lagi dalam mengunakan dana Desa. Apabila salah menggunakan maka, siap-siap akan diproses hukum," ujarnya.
Dikatakan terkait dengan kegiatan selama dua hari yang dilakukan Uasid Lestari dalam menyusun RPJMK.  Tujuannya untuk mengajak aparat Kampung bagaimana menyusun sebuah dokumen rencana pengelolaan jangka menengah kampung yang berbasis program  parsipatif masyarakat adat di Kampung, sehingga semua program dapat berjalan dengan baik. (Markus Rahalus).




Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment