Visi-Misi Pendidikan Nasional Tak Berlaku di Mimika

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Salah satu Tokoh Agama Yosep Seo  mengaku  prihatin dengan situasi dan pelaksanaan pendidikan di Mimika yang tidak sejalan dengan visi misi Pendidikan nasional. Keprihatian itu akibat dari persoalan insentif yang timbul dan tidak mampu diselesaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam hal ini Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika.

"Pelaksanaan pendidikan di Mimika tidak sejalan dengan  visi-misi  pendidikan nasional  2 017 yang menghendaki adanya  percepatan proses  pendidikan yang merata dan berkualitas di Mimika, katanya kepada Salam Papua dibilangan Jalan Budi Utomo, Sabtu (29/7).

Yosep menjelaskan, bertolak persoalan yang terjadi di Diknas sangat bertentangan  dengan situasi yang terjadi di Mimika. Karena hak-hak guru honorer yang tidak dibayarkan. Seakan-akan Pemerintah menutup mata dan telinga terhadap pengorbanan guru-guru honorer. Akibatnya mereka mogok mengajar selama 6 bulan kedepan. Kasus ini dampaknya sangat besar dalam proses KBM di pedalaman dan pesisir.

"Visi-Misi  Diknas tidak sejalan dengan pendidikan di Mimika, saya miris sekali," katanya dengan  ekspresi sedih.

Menurut Yosep, kondisi seperti ini sangat tidak baik untuk proses belajar mengajar di pedalaman Mimika. Dampaknya nanti anak-anak sekolah pasti ikut  ke hutan bersama orang tua mereka  berburu dan mencari ikan. Jangankan di pedalaman,  kondisi  didalam kotapun mengalami hal yang sama. Karena hampir sebagian besar tenaga pengajar merupakan guru-guru honorer dan kontrak.

"Mogok seperti ini anak-anak menjadi korban dan mereka  akan ke hutan  untuk berburu dan kelaut untuk mencari ikan.  Di dalam kota pasti akan terjadi hal yang sama. Duru PNS itu jumlahnya hanya sedikit,” ujarnya.

Dia menyarankan pemerintah harus segara atasi dan bertindak untuk mencari solusi denngan membayar hak-hak guru honor. Supaya anak- anak di pedalaman dan di pesisir menjadi korban. Ingat buka mata tutup mata sebentar lagi akan melaksanakan Ujian Nasional.


"Kalau tidak diatasi akan berpengaruh dalam pelaksanaan UN nanti.  Ingat! Anak-anak ini mereka ada belajar apa?  Terus terang kami prihatin sekali dan segera di atasi,” sarannya.  (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment