Wabup dan Sekda Didesak Tuntaskan Persoalan Guru di SMAN 5 Sentra

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Pendidikan Menengah (Dispenmen) Kabupaten Mimika, Armin Wakerkwa, S.Pd., M.Si mendesak Wakil Bupati (Wabup) Ausilius You, SE., M.Si dan Sekretaris Daerah (Sekda) Ausilius You, S.Pd, MM segera turun tangan menuntaskan persoalan gur honor di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Sentra Pendidikan. Persoalan yang dimaksud terkait pemberhentian terhadap 28 guru honor di sekolah itu.

Armin Wakerkwa ketika ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (19/7) mengatakan, dua petinggi Pemkab Mimika tersebut merupakan perwakilan Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE., MH dalam mengatur tatanan kepemerintahan, termasuk memantau maju dan mundurnya pengaturan manajemen pendidikan, loyalitas, kinerja serta hak para guru honor.

“Saya harap pak wakil dan sekda harus turun tangan dalam persoalan ini. Kasihan para guru, sudah lama mengabdi dan mendidik anak Mimika, tapi tiba-tiba diberhentikan. Lalu hak guru bagai mana? Terus guru-guru ini mau dibuang ke mana?’ kata Armin.

Selain itu, Armin juga mendesak Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika, Jenni O. Usmany, S.Pd, M.Pd, agar melibatkan wakil bupati dan sekda dalam menyelesaikan persoalan yang dianggap sangat merugikan para guru.

Armin mengakui, persoalan tersebut tidak harus mengulur waktu, tetapi harus memberikan kepastian pada para guru, mengingat para guru merupakan tulang punggung untuk kehidupan mereka di keluarganya.

“Kita jangan bikin persoalan ini lama. Kita harus ingat nasib guru-guru kita. Kalau memang tidak mampu mengatur, lebih baik mundur diri saja,” tuturnya.

Hingga kini, dikatakan Armin, masih mempertanyakan dasar hukum pemberhentian para guru yang berupa surat keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), gubernur dan bupati. Sebab, jika dasar hukum tidak bisa ditunjukkan, maka pemberhentian tersebut merupakan pemberhentian secara sepihak atau ilegal.

Menurut Armin, persoalan tersebut harusnya di diskusikan secara bersama dengan melibatkan para guru, wabup, sekda, kepala Dispendasbud serta manajemen Sentra Pendidikan.

"Ini harus di diskusikan lagi antara dinas menegah dan dasar juga para guru, lalu ibu Kadispendasbud juga harus hadir. Jangan hanya diwakili oleh sekretaris, kabid, kasi dan staf lainnya,” terangnya.

Armin mengakui, dalan surat pemberhentian tertera bahwa pemberhentian puluhan guru tersebut untuk membenahi tatanan di sentra pendidikan, namun tidak harus memberhentikan serta tidak membayarkan hak para guru sebab, para guru tersebut telah lama menggantungkan nasib dengan mendidik anak mimika.

Armin mengakui, secara teknis pembayaran gaji guru honor diatur oleh Dispendasbud. Sehingga menurut Armin, pihaknya bisa mengambil alih terkait pembayaran guru honor SMA, namun itu harus di dahului dengan pelimpahan dari Dispendasbud.

“Saya sangat mengharapkan wakil dan sekda segera turun tangan. Kalau para guru diberhentikan, maka hak mereka harus dipenuhi. Jika mau kasih berhenti, harus ada alasan dan dasar,” tegas Armin. (Acik Nasma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment