Wilayah Udara di Selatan Papua Masih Aman

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP mengatakan, sampai saat ini wilayah udara di selatan Papua masih aman. Hal itu disampaikan saat ditemui awak media di Markas Komando (Mako) Pangkalan Udara (Lanud) Timika, Rabu (19/7).
“Sampai sejauh ini, kondisi ketahanan udara di selatan Papua masih aman. Namun, kami tetap melakukan pengawasan secara reguler,” katanya.

Ia menjelaskan, pemantauan wilayah ketahanan udara di Papua bagian selatan dilakukan oleh Satuan Radar (Satrad) 243 Timika. Satuan ini memiliki radar dengan jenis Master-T. Radar jenis Master-T adalah radar deteksi paling canggih digunakan oleh TNI AU dan diciptakan oleh Thales Raytheon System Perancis. Kecanggihan radar ini mampu mendeteksi ketinggian, azimuth dan jarak pesawat di udara. Sehingga radar ini sangat cocok untuk dijadikan early warning system karena mampu mendeteksi wilayah seluas 444 Km, dengan ketinggian mencapai 30 Km.

“Radar ini terintegrasi dengan pesawat tempur TNI dan artileri pertahanan udara. TNI AU sudah memiliki 20 unit radar Master-T yang ditempatkan di beberapa tempat vital di Indonesia,” terangnya.

Kedepan, Ia menambahkan, akan melakukan penambahan 12 satuan radar di berapa wilayah, seperti Jayapura, Morotai, Tambaloka, dan lainnya. Namun, pihaknya belum mengetahui jenis radar yang akan digunakan, apakah sama dengan Satrad 243 Timika atau jenis lainnya. Tetapi yang pastinya TNI AU memiliki pengalaman dalam mengoperasikan radar.

“Saya belum tahu, jenis radar apa yang akan digunakan. Apakah jenisnya sama dengan Satrad Timika, yakni Master-T atau lainnya,” ujarnya.

Namun demikian, kata dia, jenis radar dengan jenis Master-T memiliki efisiensi dan efektifitas yang tinggi dibandingkan radar sebelumnya. Radar Master-T memiliki performance bentuk yang agak kecil sehingga dapat dimasukkan ke dalam gedung atau doom, seperti yang dilakukan di Satrad 243 Timika.

Lanjut dia, dengan bisa dimasukkan ke dalam ruangan atau gedung, membuat radar tersebut lebih tahan lama. Ini karena terhindar dari air hujan, angin mau cuaca panas.

“Mudah-mudahan, radar yang digunakan atau ditambahkan nanti memiliki tipe sama. Sehingga bisa memantau keberadaan pesawat asing dengan efektif. Walaupun, sampai saat ini kondisinya masih aman-aman saja,” harapnya. (Uji)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment