1 X 24 Jam DD Harus Tersangka

Bagikan Bagikan
“Kalau tidak, kami akan mengerahkan massa dalam jumlah besar pada saat kunjungan Kapolri ke  Timika.”



SAPA (TIMIKA) - Ratusan umat Katolik Timika, Selasa (8/8) melakukan aksi demo damai *808# di Kantor Sentral Pelayanan Polres Mimika, mendesak Polres agar dalam waktu 1 x 24 jam menetapkan Demmy Daskunda (DD) sebagai tersangka.

Demo dipimpin langsung oleh pengurus Orang Muda Katholik (OMK) dan juga Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jayapura.

Koordinator demo Erick Welafubun dalam orasinya menegaskan agar Kapolres Mimika segera menetapkan DD sebagai tersangka terkait penghinaan terhadap Pastor Warjito saat mendampingi para guru honorer melakukan aksi demo menuntut hak-haknya di depan Kantor Dispendasbud beberapa waktu lalu.

"Dalam waktu satu kali 24 jam, kami minta Polres Mimika menetapkan DD sebagai tersangka," tegas Erick.

Dikesempatan yang sama salah seorang pengurus OMK dalam orasinya mengatakan, massa yang melakukan aksi demo di halaman Polres Mimika merupakan bagian terkecil dari seluruh umat Katolik di Mimika dan diseluruh dunia yang datang meminta penjelasan dari Polres Mimika terkait kasus DD.

"Kami bagian terkecil dari umat Katolik di Mimika mohon supaya Polres Mimika memberikan penjelasan sudah sejauh mana penanganan kasus DD. Kami menghargai prosedur yang dilaksanakan oleh pihak kepolisian tapi kami sebagai umat Katolik mempertanyakan sejauh mana tindaklanjut kasus DD, kami mohon pencerahan dari kepolisian," katanya.

Sementara itu Alex Rahawarin yang merupakan umat Katolik dalam orasinya mengancam akan melakukan aksi demo besar-besaran pada saat kunjungan Kapolri di Timika, apabila tidak ada peningkatan status DD dari saksi terlapor menjadi tersangka.

"Kami meminta Polres Mimika untuk menetapkan DD sebagai tersangka 1 kali 24 jam kalau tidak maka kami akan mengerahkan massa dalam jumlah besar pada saat kunjungan pak Kapolri ke  Timika," tegasnya.

Sekertaris OMK Blasius Narwadan menyayangkan lambatnya pengungkapan kasus yang menyakiti hati umat Katolik, sehingga OMK akan mengawal kasus DD sampai tuntas. Ada beberapa kejadian, diantaranya, sebuah rosario yang dibuang di tempat sampah, penembakan rosario oleh oknum anggota polisi saat bentrok dengan warga Wowor tahun 2016 silam, hingga kini proses penyelidikan dan penyidikan hingga kini tidak jelas. Sekarang ditambah lagi dengan kasus postingan penghinan Pastor oleh DD di media sosial (facebook).

"Kami akan kawal kasus ini, karena dua kejadian yang sebelumnya menimpa umat Katolik penanganan hukumnya tidak tuntas. Pertama, kasus rosario ditarik dan terlepas jadi dua. Kedua, penembakan rosario di kompleks wowor. Sekarang kasus penghinaan pastor kami oleh DD. Bagi kami pengungkapan ini tidak jelas, bagaikan ditelan bumi," kata Blasius.

Perwakilan Lemasko Gerry Okuare mengatakan, Mimika merupakan tanah bagi orang-orang Katolik. Karena misionaris Katolik yang pertama masuk dan memperkenalkan agama kepada leluhur Kamoro. Oleh sebab itu, Kapolres harus mempercepat proses kasus DD. Ia menegaskan akan menurunkan massa dalam jumlah besar bila kasus ini dibiarkan berlarut-larut.

"Tanah ini tanah Katolik. Hari ini kami umat Khtolik datang ke Polres untuk pertanyakan kasus DD, Kapolres jangan cuma lihat massa sedikit ini. Kami akan turun dalam jumlah banyak sampai Kapolda dan Kapolri tiba di Timika," tegasnya.

Pantauan Salam Papua, umat Katolik berkumpul di halaman Gereja Katedral Tiga Raja mulai dari pagi hingga pukul 10.30 WIT. Sebelum bergerak ke Sentral Pelayanan Polres Mimika, umat mendapat arahan dari koordinator demo Erick Welafubun  dan Pastor Amandus Rahadat.


Spanduk yang dibawa  peserta aksi *808# diantaranya bertuliskan Penjarakan Si Penghina, *808# DD Ditangkap.!!! Diadili.!!! (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment