1000 Warga di HUT RI Di London

Bagikan Bagikan


SAPA (LONDON) - Lebih dari 1000 warga Indonesia dan Inggris berbaur di halaman belakang Wisna Nusantafa yang merupakan rumah dinas Dubes RI di London ikut memeriahkan acara Temu Masyarakat, dan pagelaran Seni-Budaya dan Kuliner Indonesia, diadakan KBRI London, Inggris sepanjang hari Sabtu (12/8).


Acara temu masyarakat diadakan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72, demikian Minister Counsellor Pensosbud KBRI London, Thomas Siregar kepada Antara London, Minggu.

Dubes RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, Rizal Sukma menyampaikan kebahagiaannya melihat begitu banyaknya pengunjung yang datang dalam acara yang digelar setahun sekali tersebut.

Dubes Rizal Sukma mengatakan Acara Temu Masyarakat acara yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia di London dan sekitarnya merupakan kesempatan melepas rindu sambil menikmati kuliner khas Indonesia seperti bakso, sate ayam dan kambing, pempek, gado-gado, hingga es teler.

Rizal Sukma menegaskan pentingnya untuk selalu memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa sebagai modal utama pembangunan Indonesia menuju masyarakat yang maju dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.

Hal senada diungkapkan Koordinator Pelaksana Acara Temu Masyakat, Nur Rahman Setiyoko,yang mengatakan acara Temu Masyarakat memberikan kesempatan masyarakat di Inggris mengenalkan berbagai produkI baik melalui penampilan fashion show maupun pajangan produknya .

Pihaknya berharap bahwa hal ini dapat lebih memotivasi masyarakat Indonesia untuk menembus pasar Inggris melalui display produk-produk tersebut di beberapa gerai ternama di Inggris.

Kehadiran mahasiswa Indonesia asal Papua yang menampilkan beberapa tarian khas Papua membuat suasana lebih semarak.

Cuaca mendung yang sempat muncul di awal acara, mendadak sirna pada saat pengunjung bergabung bersama menarikan tarian poco-poco dan . Gerakan kaki dan tangan yang begitu lincah dan harmonis memunculkan kebersamaan dan kekompakan .

Kehangatan suasana bertambah saat Ana Aldiana dan Fia Almanda, ibu dan anak yang pernah memukau penonton Inggris saat masuk semifinalis kontes bakat Britain Got Talent 2016, menyanyikan lagu pembuka Alusia.

Tak pelak lagi, sebagian warga negara Indonesia baik yang menyandang marga Batak ikut menari dengan gerakan tari Tor Tor dari Sumatera Utara. Beberapa sajian lagu lainnya yang berirama dangdut, rock maupun pop disambut pengunjung ikut menari.

Sementara Dr Jonathan Agranoff, yang dikenal dengan "doktor tempe", adalah dokter medis ahli nutrisi berkebangsaan Inggris menekuni penelitian mengenai tempe. Penulis buku "A Concise Handbook of Indonesian Tempe" dan mantan konsultan pengembangan tempe serta koordinator program PBB di Indonesia sejak lama mempromosikan tempe berkualitas yang disukai warga Inggris.

Acara Temu Masyarakat menawarkan berbagai hadiah menarik dalam bentuk door prize diantaranya berhadiah tiket kelas bisnis London-Bali PP yang disediakan Kantor Garuda Indonesia yang berbasis di London, dimenangkan seorang ibu tinggal di London.

Sementara hasil penjualan raffle tiket disalurkan kepada Palang Merah Indonesia.

Kudapan dibeli Amrin Husein, salah seorang ex patriat Indonesia yang telah 10 tahun bekerja di Texas, Amerika juga hadir bersama istrinya pada acara Temu Masyarakat. Ia mengatakan saat ini ia sedang mendapat tugas di London selama empat minggu.

Kesempatan tersebut dimanfaatkannya membeli berbagai kudapan ringan seperti kacang atom, kerupuk ikan tenggiri, dan lainnya. Amrin senang melihat masyarakat Indonesia di London yang sangat antusias mengikuti jalannya acara mulai dari pukul 10 pagi sampai pukul 6 sore.

Acara Temu Masyarakat ditutup dengan alunan merdu grup band yang musisinya terdiri atas staf KBRI London dan anggota masyarakat yang dipimpin, Bonnie, sehari-hari bertugas sebagai Sekretaris Pertama Fungsi Ekonomi KBRI London, menabuh drumb memainkan lagu Pupus dari grup band kenamaan Indonesia Dewa 19. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment