12 Petinju Pelajar Mengikuti Seleksi Popnas

Bagikan Bagikan


SAPA (MEDAN) - Sebanyak 12 petinju pelajar sumatera Utara akan mengikuti seleksi tahap akhir untuk penentuan lolos ke Pekan Olahraga Pelajar National yang akan digelar September 2017 di Semarang, Jawa Tengah.

Pelatih tinju Popnas Sumut Binsar Simamora Di Medan, Jumat (4/8), mengatakan seleksi dengan sparing partner itu di gelar di PPLP Sumut Jalan Pembangunan Medan, Sabtu (5/8) .

Petinju yang mengikuti seleksi, Tegar Sihite (Medan) melawan Rizky hidayat (Asahan) di kelas 46 kg, Dippo Alhubi (Asahan) menantang Khairul (Tapsel) di kelas 49 kg, dan pertandingan kelas 52 kg mempertemukan Gunawan (Tapsel) dengan Ray Valdo Lubis (Medan).

Kemudian Adrian Khatarino (Sergai) menjajal kemampun melawan Muhammad Nizam di kelas 60 kg. JJ Fargas (Tebingtinggi) adu kekuatan dengan Rahman Husein (Medan) di kelas 64 kg. Sementara untuk petinju putrid, Elda Dara Sirait (Langkat) menantang Novida (Medan) dalam pertarungan di kelas 54 kg.

"Para petinju yang mengikuti seleksi sebanyak 12 petinju untuk 6 kelas yang diikuti Sumut pada Popnas di Semarang yang sudah diambang pintu" katanya.

Ia menjelaskan seleksi atlet tinju yang digelar secara selektif dan transparan serta tidak petinju titipan. Sesuai arahan Kadispora Sumut bagi atlet yang dipersiapkan di Popnas harus berkualitas dan mampu memberikan kontribusi medali untuk kontingen Sumut.

Binsar menuturkan seleksi yang digelar dengan sistem sparing partner sebanyak 3 ronde dengan dinilai tim pelatih dan dipantau dari pihak Disporasu dan Pertina Sumut. Petinju yang berhak lolos ke Popnas adalah petinju yang menang dari pertandingan di kelas masing-masing.

"Tim pelatih menggunakan seleksi dengan sparing partner agar terlihat dengan jelas kemampuan yang dimiliki petinju masing-masing. Jadi intinya seleksi yang digelar benar-benar selektif dan terbuka untuk menentukan petinju berkualitas yang menjadi kontingen Sumut yang siap bertanding dengan petinju daerah lain pada ajang pesta olahraga pelajar tingkat nasional yang digelar dua tahun sekali," sebut Binsar.

Binsar menambahkan petinju yang lolos seleksi akan mengikuti pelatda berjalan, selanjutnya pada 20 Agustus masuk Pelatda penuh dengan tetap menetaplam sistem promosi dan degradasi.

Sistem promosi dan degradasi itu diberlakukan untuk mengantisipasi jika petinju berhalangan misalnya sakit dan sesuai keterangan dokter tidak dapat bertanding maka digantikan petinju pelapis kedua.

Jika petinju pelapis kedua kurang layak maka kelas yang dipertandingkan tersebut tidak akan ikut berlaga di Popnas.

"Untuk tahun ini Sumut mendapatkan kuota cabor tinju sebanyak 6 kelas. Selama pelatda penuh berjalan tim pelatih terus melakukan evaluasi terhadap petinju. Bisa saja Sumut akan mengurangi dari 6 kelas yang dipertandingkan jika penilaian tim pelatih petinju tersebut tidak berkualitas," katanya. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment