2018 Disdukcapil Jalankan Program Pelayanan Jempol

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, John Wicklif Tegai mengatakan, pada tahun 2018 mendatang akan memulai program pelayanan Jemput Bola atau yang disingkat Jempol. Program ini dimaksudkan untuk mendata seluruh penduduk Mimika secara valid.

Menurut John, hal tersebut baru bisa terealisasi ditahun depan mengingat tahun 2017 ini masih banyak yang perlu dibenahi, termasuk waktu kerja yang tidak memungkinkan melakukan pendataan kependudukan secara valid.

“Itu baru bisa kita jalankan tahun depan, karena memang tahun ini kita tidak bisa, karena waktu yang sudah mepet, ditambah lagi alokasi dana yang terbatas,” ungkap John ketika diwawancarai diruang kerjanya Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Rabu (9/8).

John menjelaskan, salah satu keunggulan dari program Jempol yaitu, memberikan percepatan akan pendataan, dan kualitas data penduduk serta identitas tiap masyarakat lebih jelas. Dalam hal ini seluruh masyarakat sudah harus dan wajib memiliki dokumen kependudukan, sebagai upaya Disdukcapil melakukan dalam validasi data kependudukan.

Validasi data yang sekarang kita lakukan inilah yang nanti akan menentukan program kita tahun depan. Kalau data semua sudah valid, maka tahun depan program Jempol itu akan berjalan baik,” jelasnya.

Salah satu manfaat dilakukan validasi data yaitu, untuk mewujudkan target data kependudukan di Mimika lebih akurat. Namun dari upaya yang dilakukan, salah satu yang paling sulit adalah melakukan pendataan masyarakat di distrik-distrik yang berada di pesisir maupun pegunungan.

“Dari distrik-distrik inilah kita akan mulai melakukan pendataan melalui kepala-kepala kampung disana, supaya data kita bisa valid dan target kita di tahun 2018 bisa tercapai,” ujarnya.

John mengakui didaerah pedalaman pesisir maupun pengunungan, masih banyak masyarakat yang belum terdaftar dalam dokumen kependudukan. Sehingga menurutnya perlu adanya kerjasama kepala distrik dan kepala kampung untuk ikut bekerja bersama Disdukcapil dalam melakukan pendataan penduduk.


“Dipedalaman masih banyak keluarga yang belum memasukkan anggota keluarga mereka dalam format data yang kita berikan. Makanya kita akan lakukan pelayanan secara mobile supaya kita akan lihat secara pasti apa saja yang kurang disana,” ungkapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment