237 Nelayan Dievakuasi ke Sekretariat KKJB

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Hingga Kamis (10/8) siang, sudah ada 237 nelayan non pribumi baik dari masyarakat Jawa, Sulawesi dan Maluku yang dievakuasi anggota KKJB dari Kawasan Poumako ke Kota Timika. Mereka untuk sementara ditampung di Sekretariat KKJB, Jalan Budi Utomo ujung.

“Kemarin (Rabu 9/8) kita memang sempat turun ke bawah (Poumako-Red) dengan personil (KKJB) sebanyak 300 orang, dalam rangka evakuasi nelayan-nelayan orang kita sendiri,” kata Parjono, saat ditemui di Sekretariat KKJB, Kamis (10/8).

Tujuan awal KKJB untuk melakukan proses evakuasi, langsung menuju lokasi kejadian (Poumako-Red). Dikarenakan kondisi tidak memungkinkan sehingga koordinasi dilakukan bersama pihak Kepolisian setempat. Alhasil saat itu anggota KKJB hanya bisa mengevakuasi warga Jawa yang berada disekitaran Kompi D Yonif 754/ENK, selanjutnya dibawa menuju Timika.

“Oleh karena itu dievakuasi oleh rekan-rekan kepolisian Polsek Mapurujaya dibawah pimpinan Wakapolres, karena kita tidak bisa turun. Jadi kita bernegosiasi dengan beliau-beliau dan akhirnya kita sampai disana hampir kurang lebih 2 jam kita diberikan kesempatan untuk mengambil orang-orang kita yang ada di sekitaran Kompi D,” jelas Parjono.

Seain itu, lanjut Parjono, juga dilakukan koordinasi dengan Komandan Lanal Timika dan Kepala Satuan Polair untuk melakukan evakuasi nelayan melewati jalur sungai ke Portsite. Akhirnya  pihak Lanal dibantu dengan anggota KKJB berhasil mengevakuasi para nelayan ke Timika melewati terminal karyawan di Gorong-gorong, dengan menggunakan dua truk Lanal dan dua kendaraan milik KKJB.

“Kita menggunakan kapal-kapal kecil menuju ke Cargo Dok dan dijemput,” katanya.
Sebanyak 237 nelayan yang telah dievakuasi oleh pihak keamanan dan personil KKJB, sebelumnya pada malam hari jumlah nelayan yang dievakuasi sebanyak 174 nelayan, yang terdiri 129 nelayan masyarakat Jawa dan 45 nelayan masyarakat Sulawesi dan Maluku. Selanjutnya Kamis siang kembali bertambah sebanyak 63 nelayan.

Kendati demikian, para nelayan tersebut belum bisa dijamin sampai kapan mengungsi di Sekretariat KKJB. Dikarenakan persediaan makanan dan tempat tinggal sangat terbatas.

Oleh sebab itu Parjono berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam hal ini Dinas Sosial, bisa meninjau langsung para nelayan dan memberikan bantuan sosial.


“Sementara waktu semuanya kita tampung di markas induk KKJB sampai waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment