4 Tersangka Kasus Insentif Guru Tidak Diperbolehkan Dijenguk

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Empat tersangka kasusu dugan korupsi dana Tunjangan Tambahan Pengahsilan (TTP) atau insentif guru lingkup Dispendasbud Mimika tahun 2015, resmi menghuni Lapas Kelas II B Timika. Keempatnya dibawa ke lapas setelah menjalani proses pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika.

“Baru tadi malam (Rabu 16/8) sekitar jam 8 atau setengah 9 itu mereka di antar dari kejaksaan. Mereka ada empat orang, dua laki dan dua perempuan. Tapi mereka sekarang masih dalam tahapan karantina selama sepekan,” kata Kalapas Timika, Usman M, Amd., IP., SH saat diwawancara usai acara pemberian remisi 63 warga binaan Lapas Timika, Kamis (17/8).

Empat tersangka tersebut, kata Usman, terjaring dalam kasus penggelapan dana TTP guru tahun 2015 yang nilainya sebesar Rp5,3 miliar. Setelah diserahkan dari Kejari, empat tersangka digabungkan dengan warga binaan lainnya untuk mendapatkan pembinaan.

“Saya tidak tahu pasti masing-masing dibina berapa tahun. Tapi yang jelas mereka akan diperlakukan sama dengan warga binaan lainnya. Tidak ada istilah dibeda-bedakan siapa dan dari pangkat apa, yang jelas semua diperlakukan sama,” katanya.

Selama masa karantina, keluarga empat tahanan tersebut tidak di izinkan untuk menjenguk, hingga keempat tersangka dimasukan ke blok.

“Karantina itukan hanya pengenalan saja, dan tidak diperbolehkan untuk dijenguk. Kecuali nanti kalau sudah di blok,” katanya. (Acik)



Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment