63 Warga Binaan Lapas Timika Dapat Remisi

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) -  Bertepatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72, Kamis (17/8), sebanyak 63 warga binaan (Narapidana) Lapas Kelas II B Timika mendapatkan remisi. Pemberian remisi dilakukan oleh Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng, SE., MH dengan membacakan SK Kemenkumham RI nomor W21-276-PK.01.01.02, 2017 tentang pemberian remisi umum pada HUT RI tahun 2017.

Dalam sambutan Menkumham RI, Yasona H. Loaly yang dibacakan Bupati Eltinus dihadapan warga binaan, berpesan jika kelak telah keluar dari Lapas Timika, harus berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum.

“Kembalilah kepada keluarga dan menjadi anggota masyarakat yang baik. Jadilah insan yang taat akan hukum agar dilindungi Tuhan yang maha kuasa, dengan ketulusan dan keiklasan untuk menjadi manusia yang bermartabat, bermanfaat, dan berakhlak mulia,” pesan menteri Yasona Laoli.

Selain itu, jajaran di lembaga (Lapas) diminta harus menjadi pelayan masyarakat yang mempunyai semangat pengabdian tulus dan ikhlas, penuh dedikasi, serta berkomitmen menjaga integritas moral dan memiliki keyakinan membangun pemasyarakatan lebih baik.

“Yang paling penting semua tugas dan tanggungjawab yang diberikan bisa dilaksanakan dengan lebih baik,” pintanya.

Bupati Eltinus ketika menyerahkan berkas remisi kepada perwakilan warga binaan penerima remisi, mengatakan, warga binaan diminta dalam menjalankan masa tahanan dan pembinaan di Lapas Timika harus bersabar. Dan menjalani sisa waktu hukuman dengan taat kepada ketentuan yang diberlakukan didalam lapas. Hal yang sama juga disampaikan bupati ketika bersalaman dengan seluruh warga binaan penerima remisi.
“Harus sabar, jangan putus asa. Ini pelajaran untuk kalian dan kita semua,” ujar Eltinus.

Sementara itu Kalapas Timika Usman M, Amd., IP., SH ditempat yang sama mengungkapkan, dari 63 warga binaan penerima remisi, hanya ada satu orang yang mendapatkan remisi selama lima bulan, yaitu Barnabas Fatubun. Sedangkan 62 orang lainnya hanya berkisar 1 hingga 4 bulan. Selain itu lima orang dari 63 orang penerima remisi merupakan pidana narkotika atau tahanan khusus.

“Tahun ini tidak ada yang dibebaskan, hanya mengurangi masa tahanan saja,” kata Usman. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment