Adkasi Dukung Pemberantasan Minuman Keras

Bagikan Bagikan



SAPA (SORONG) - Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) wilayah Provinsi Papua Barat, mendukung pemerintah maupun kepolisian memberantas minuman keras di provinsi tersebut.

Ketua Adkasi Provinsi Papua Barat Agustinus Tenau di Sorong, Selasa (8/8), mengatakan pihaknya menilai langkah tegas gubernur dan kapolda dalam memberantas minuman keras sangat tepat, untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk minuman keras.

Menurutnya, kehadiran minuman keras ditengah kehidupan masyarakat Papua Barat tidak memberikan sebuah dampak positif, tetapi melahirkan berbagai tindakan kejahatan, konflik antara masyarakat yang menghambat pembangunan daerah.

Karena itu, kata dia, Adkasi memberikan apresiasi dan siap memberi dukungan terhadap kebijakan Gubernur dan Kapolda akan menghentikan peredaran minuman keras di Provinsi Papua Barat.

Ia menyampaikan, kebijakan itu tentunya membutuhkan dukungan dan peran serta semua komponen masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga dapat terlaksana dengan baik.

"Terutama institusi penegak hukum dan keamanan negara seperti Kepolisian, TNI, dan Kejaksaan harus mempunyai komitmen yang sama untuk mendukung kebijakan Kapolda dan Gubernur Papua Barat tersebut," ujarnya.

Guna mendorong kebijakan ini perlu dilakukan kelompok diskusi atau Focus Group Discussion (FGD) Pemerintah, DPRD, Kepolisian serta didukung oleh lembaga akademisi, agama, dan masyarakat.

FGD dengan menghadirkan muspida plus, para kepala daerah, anggota DPRD seluruh Papua Barat untuk menyatukan persepsi serta mencari solusi terkait kebijakan pemberantasan minuman keras.

Agustinus mengungkapkan, Provinsi Papua sudah melakukan langkah tersebut dimana Gubernur Lukas Enembe dan Kapolda Boy Rafly duduk bersama kepala-kepala daerah DPRD, akademisi dan lembaga-lenbaga independent untuk mencari solusi pemberhantian miras yang tidak memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

"Kami berharap Papua Barat juga melakukan hal tersebut sehingga pemberantasan minuman keras tidak hanya sebuah wacana tetapi dapat terwujud untuk menyelamatkan manusia Papua generasi di masa yang akan datang," ungkapnya. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment