Asmat Kembangkan 300 Hektar Tanaman Padi

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) – Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian (DTPP) Kabupaten Asmat mengembangkan 300 - 400 hektar tanaman padi di 19 Distrik. Tetapi dari angkat diatas, petani setempat hanya mampu menanam dan memproduksi 200-an hektar.

Kepala DTPP Kabupaten Asmat, Muhammad Iqbal mengatakan, padi belum merupakan komoditi yang diunggulkan di daerah itu. Meski begitu, masyarakat lokal tetap didorong untuk menanam padi.
“Tahun lalu, yang tertanam dan dipanen sekitar 200 hektar. Itu di 19 distrik, di antaranya Atsy, Pantai Kasuari dan Awyu. Yang belum kami masuk itu di Suru-Suru dan Koroway Bulanop, karena Distrik baru,” kata Muhammad Iqbal, Kamis (10/8).

Iqbal menambahkan, terkait produksi padi di tahun 2016 satu hektar lahan bisa menghasilkan 1,4 ton gabah kering.

“Padi setelah digiling menjadi beras, hasilnya berkisar 800-900 kilogram,” katanya.
Sesuai hasil survei Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian setempat, padi bisa ditanam tiga kali dalam setahun di Asmat. Sebab kontur tanah dan ketersediaan air sangat mendukung, seperti di Kampung Sagare Distrik Airu.

“Kalau tiga kali tanam, maka polanya harus selang-seling untuk memutuskan mata rantai serangan hama dan penyakit. Jadi tanam padi, habis itu palawija/jagung, baru padi lagi,” ujarnya.

Hanya saja keinginan untuk tanam tiga kali dalam setahun, menurut dia, tergantung lagi dari masyarakat lokal. Sebab yang paling utama bagi pemerintah setempat adalah mengubah perilaku masyarakat dari hidup meramu menjadi petani.

“Setelah perilaku diubah, baru didorong produksi dan kualitas. Tahap pertahap itu kita perkenalkan, dan kita menarik minat masyarakat untuk menanam padi dulu,” terangnya.

Muhammad Iqbal mengungkapkan, dinas awalnya bersusah payah memperkenalkan dan mengajarkan cara bercocok tanam padi kepada masyarakat lokal. Hasilnya tak maksimal seperti di kabupaten lain. Sebab, sebagian besar masyarakat masih hidup berpindah-pindah dan tergantung hasil alam.


“Kita mendampingi agar mereka bertani harus menetap, sehingga pembinaan bisa maksimal. Itu berjalan hingga sekarang, dan ternyata masyarakat berminat tanam padi,” tandasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment