Asmat Masih Krisis Tenaga Dokter

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat, dr. Pieter Pajala mengungkapkan, pihaknya masih kekurangan (baca: krisis) tenaga dokter untuk ditempatkan di sejumlah Puskesmas di kabupaten tersebut.

Kata Pajala, ada 16 puskesmas dan 70 puskesmas pembantu (Pustu) yang tersebar di 23 distrik. Tiga puskesmas di antaranya baru dibuka seiring pemekaran distrik tahun 2016 lalu di Kabupaten Asmat.

“Tidak semua dokter ada di puskesmas, karena tenaga masih sangat minim. Hanya 7 puskesmas yang ada dokternya. 9 masih kosong. Kita sudah cari setengah mati, tapi susah dapat,” ungkap Pieter.

Kata dia, beberapa waktu lalu sempat meminta ke provinsi. Namun tidak dapat dibantu, karena keterbatasan jumlah tenaga dokter di Papua. “Disampaikan untuk dokter susah, kalau perawat banyak,” katanya.

Selain tenaga dokter, ungkapnya lagi, Dinas Kesehatan Asmat masih kekurangan perawat dan bidan. Saat ini baru 108 perawat dan bidan. Rencananya ditambah tahun ini sebanyak 68 orang.

“Setelah 68 itu, nanti ditambah lagi sekitar 70 perawat dan bidan. Karena kuota kita itu harus 203 perawat, bidan, tenaga laboratorium dan gizi. Ini akan disebar di 16 puskesmas,” katanya.


Ia menambahkan, penyakit yang dominan di Kabupaten Asmat adalah malaria dan infeksi saluran pernapasan (Ispa). “Dua penyakit ini paling menonjol seperti di daerah Papua lain umumnya,” pungkasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment